-
This is Slide 1 Title
This is slide 1 description. Go to Edit HTML and replace these sentences with your own words. This is a Blogger template by Lasantha - PremiumBloggerTemplates.com...
-
This is Slide 2 Title
This is slide 2 description. Go to Edit HTML and replace these sentences with your own words. This is a Blogger template by Lasantha - PremiumBloggerTemplates.com...
-
This is Slide 3 Title
This is slide 3 description. Go to Edit HTML and replace these sentences with your own words. This is a Blogger template by Lasantha - PremiumBloggerTemplates.com...
12/03/11
Gempa Jepang Mempercepat Rotasi Bumi
By rePublik Sastra at 17.01
Manca Negara
TEMPO Interaktif, New York – Gempa besar yang terjadi pada Jumat kemarin memang hanya bbeberpa detik saja terjadi di lepas pantai Jepang. Imbasnya gelombang Tsunami yang menghantam Tokyo dan sekitarnya.
Dari sekian peneltian akibat gempa, ahli geofisika NASA Richard Gross mengatakan bahwa akibat gempa rotasi bumi berputar lebih cepat 1,6 mikrodetik. “Itu karena pergeseran massa Bumi disebabkan oleh gempa 8,9 skala Richter. Mikrodetik adalah satu-juta per detik.”
Bahwa perubahan kecepatan rotasi lebih cepat sedikit daripada yang disebabkan oleh gempa besar di Cile tahun lalu.
Namun, gempa besar tahun 2004 di Aceh yang juga menyebabkan Tsunami hampir di kawasan Asia justru sebaliknya. Kecepatan Rotasi bumi melambat 6,8-mikrodetik pada hari itu.
Gempa Jepang jum'at lalu adalah yang terkuat kelima sejak tahun 1900. (PA| NUR HARYANTO)
Gempa Jepang jum'at lalu adalah yang terkuat kelima sejak tahun 1900. (PA| NUR HARYANTO)
Kerusakan Reaktor Nuklir Jepang Dikhawatirkan Seperti Chernobyl
Kerusakan reaktor nuklir di perusahaan listrik Tokyo Electric Power Corp. (Tepco) dikawatirkan akan menjadi seperti bencana Chernobyl, Ukraina, yang terjadi pada 1986.

Sebuah media lokal melaporkan adanya ledakan yang terdengar dari Tepco, berlokasi di 240 kilometer utara Jepang, pada pukul 06.30 pagi waktu setempat. Ledakan itu diduga berasal dari reaktor nomor 1 yang berada di Fukushima Daiichi.
Bahan atom merembes dari salah satu reaktor di Fukushima Daiichi seperti yang juga terjadi di reaktor lainnya milik perusahaan listrik Electric Power Cor (Tepco).
Pembangkit listrik Fukushima Daini dan Fukushima Daiichi adalah dua fasilitas listrik yang berlokasi di dua tempat berbeda di daerah timur laut Jepang. Setiap pembangkit memiliki reaktor nuklir masing-masing.
Kedua pembangkit itu mengalami masalah setelah terguncang gempa berkekuatan 8,9 skala Richter yang berlangsung pada pukul 14.46 Jumat kemarin.
Tiga dari empat unit sistem pendinginan di Fukushima Daini rusak. Temperatur air pendingin pada reaktor meningkat di atas 100 derajat Celcius, sebagai tanda sistem pendinginnya tidak berfungsi.
Badan Keamanan Nuklir Jepang telah memerintahkan Tepco agar membuka katup pada dua pembangkitnya.
Ilmuwan senior di Dewan Keamanan Sumber Daya Nasional Amerika Tom Cohran menjelaskan katup itu dilepas untuk menghindari meningkatnya tekanan di dalam dua pembangkit. Tingginya temperatur mengakibatkan air pendinginnya mendidih sehingga menimbulkan uap berlebih. (GUARDIAN | CNN)
Ekor Tsunami Jepang Terjang Jayapura
By rePublik Sastra at 16.52
Manca Negara
TEMPO Interaktif, Jayapura - Tsunami yang muncul akibat gempa berkekuatan 8,9 skala Richter di Jepang juga menghantam perairan Indonesia. Ombak setingi dua meter menghantam pesisir Pantai Holtekamp, Kota Jayapura, Papua, Sabtu dini hari. Akibatnya, sebanyak 19 Kepala Keluarga mengungsi ke wilayah Abepura dan Koya Koso.
Juru Bicara Kepolisian Daerah Papua, Komisaris Besar Wahyono mengatakan, saat kejadian tersebut pada Sabtu (12/3) dini hari tadi, sembilan rumah terseret ombak dan hancur. “Salah satunya adalah Balai Adat Masyarakat. Jembatan Kali Buaya penghubung Koya dan daerah perbatasan dengan negara Papua Nugini juga ikut hancur,” kata dia, ketika dihubungi di Jayapura, Sabtu, 12 Maret 2011. Satu orang warga didaerah itu atas nama Darwanto Odang (35 tahun) tewas terseret ombak sekitar 50 meter saat ingin mengungsi ke daratan. “Nyawanya tak tertolong lagi saat kami akan bawa ke rumah sakit,” jelas Amir, salah satu warga didaerah itu. Suasana disekitar Pantai Holtekamp yang ramai dikunjungi warga sebagai tempat rekreasi, saat ini sepi. Di pantai tersebut juga banyak terlihat jaring-jaring ikan dari tambak yang berserakan. “Kami masih takut untuk kembali pulang. Takut jika ada ombak besar lagi. Kemungkinan kami akan menunggu sampai Minggu (13/3) pagi besok,” ujar Amir lagi. “Pantai ini berhadapan langsung dengan Samudra Pasifik, sehingga kami masih was-was.”
Pemerintah Kota Jayapura dan Basarnas setempat hingga saat ini belum memberikan bantuan apapun terhadap warga yang rumahnya terseret ombak ataupun kepada warga yang mengungsi. Padahal puluhan warga itu membutuhkan makanan, minuman , selimut serta perlengkapan untuk anak dan bayi. “Pagi tadi ada utusan dari Walikota yang baru mendata kami. Untuk bantuan pasca diterjang ombak ini, kami belum mendapatkan apa-apa,” ujarnya. Cunding Levi
Gempa Jepang, Akibat Kedekatan Bumi-Bulan?
By rePublik Sastra at 16.49
Manca Negara
JAKARTA, KOMPAS.com - Situs astronomi Space.COM beberapa waktu lalu memberitakan bahwa bulan sedang bergerak pada posisi terdekat dengan bumi. Posisi terdekat akan dicapai pada tanggal 19 Maret 2011 nanti, membawa bulan hanya pada jarak 221.567 mil, terdekat selama 18 tahun terakhir. Ketika Bulan sedang ada pada posisi terdekatnya, maka fenomena ini sering disebut "supermoon".
Para ahli mengatakan, akibat dari "supermoon" adalah meningkatnya gelombang pasang air laut beserta meningkatnya aktivitas seismik di Bumi yang bisa berakibat pada meningkatnya potensi gempa bumi dan erupsi gunung berapi. Pada saat yang hampir bersamaan atau 8 hari sebelum puncak kedekatan Bumi dengan Bulan (perigee), Jepang diguncang oleh gempa berkekuatan 8,9 skala magnitude dan menyebabkan tsunami yang hingga kini menewaskan 1000 korban jiwa.
Sebagaimana diketahui, gempa diakibatkan oleh aktivitas tektonik Bumi. Berangkat dari kebetulan tersebut, beberapa pihak berspekulasi bahwa gempa di Jepang disebabkan oleh Bulan yang hendak menuju titik terdekatnya dengan Bumi.
Blogger Mark Paquette misalnya, memulai spekulasinya dengan mengatakan bahwa beberapa peristiwa gempa dahsyat memang terkait dengan kedekatan Bumi-Bulan. Ia mencontohkan gempa yang mengakibatkan tsunami di Aceh pada 26 Desember 2004 lalu. Gempa tersebut terjadi 14 hari sebelum perigee Bumi-Bulan yang terjadi pada 10 Januari 2005.
Ia menuliskan, "Jadi, apa yang bisa kita lihat sekarang? Gempa bumi? Erupsi gunung berapi? Sepertinya kita cuma bisa menunggu dan melihat nanti." Komentar tersebut memang menakutkan. Bagaimana tidak, belum terjadi perigee saja bisa berakibat pada gempa terdahsyat sepanjang sejarah Jepang sejak 1891.
Menanggapi spekulasi itu, meteorolog senior di AccuWeather Paul Walker mengatakan, spekulasi bahwa gempa Jepang disebabkan oleh perigee Bumi-Bulan sepertinya tidak benar. "Saya kira Anda tidak bisa menghubungkannya dengan 'supermoon' yang masih 8 hari lagi terjadi. 'Supermoon' memang bisa berakibat pada gelombang pasang yang luar biasa, tapi tidak bisa begitu saja dikaitkan dengan peristiwa alam yang ekstrim semacam ini," jelasnya seperti dikutip MSNBC.
Astronom NASA David William juga mengatakan bahwa "supermoon" bukan penyebab gempa. "Supermoon itu hanya bulan yang besar dan sangat bercahaya. Tak ada yang spesial dengan itu," paparnya.
John Vidale, seismolog University of Washington dan direktur Pasific Northwest Seismic Network serta Wiliam Wilcock yang juga dari University of Washington pun mengatakan hal serupa. Mantan ilmuwan NASA Phil Plait mengatakan dengan tegas, "Apapun yang orang katakan, yang jelas tak ada kemungkinan gempa ini disebabkan oleh Bulan."
Perigee memang bisa menyebabkan peningkatan aktivitas tektonik, namun ia mengatakan bahwa hingga saat ini Bulan belum berada pada titik terdekat itu. Pergerakan Bulan bisa membawanya menuju titik terdekat dan terjauh dengan Bumi. Titik terdekat disebut perigee sedangkan titik terjauh disebut apogee.
dari: http://sains.kompas.com/
Korban Tewas Gempa dan Tsunami Jepang Jadi 1.000 Orang
By rePublik Sastra at 16.46
Manca Negara
Jakarta - Jumlah sementara korban tewas akibat gempa dan tsunami Jepang mencapai 1.000 orang. 400 Orang diketahui hilang.
Belum ada WNI dilaporkan menjadi korban jiwa dalam gempa berkekuatan 8,9 SR itu.
KBRI Tokyo dari NHK streaming merilis hal tersebut di dalam twitternya, Sabtu (12/3/2011).
Sementara itu, tim KBRI Tokyo yang akan mengevakuasi WNI sudah sampai di Fukushima, namun terhenti akibat longsor yang terjadi di antara Miyagi dan Iwate. Pemerintah Jepang mengerahkan helikopter untuk mengevakuasi korban di Kesennuma City, Miyagi Prefecture.
Warga di radius 10 km dari PLTN Fukushima dianjurkan untuk berevakuasi. Hal ini karena peningkatan tingkat radiasi menjadi 1.000 kali skala normal.
Gempa di Jepang terjadi pukul 12.46 WIB, Jumat (11/3) kemarin, berpusat di 373 km timur laut Tokyo. Beberapa saat kemudian terjadi tsunami dengan ketinggian 4 meter hingga 10 meter.
(nik/gah)
dari: http://www.detiknews.com/



























