Keteranga
  • This is Slide 1 Title

    This is slide 1 description. Go to Edit HTML and replace these sentences with your own words. This is a Blogger template by Lasantha - PremiumBloggerTemplates.com...

  • This is Slide 2 Title

    This is slide 2 description. Go to Edit HTML and replace these sentences with your own words. This is a Blogger template by Lasantha - PremiumBloggerTemplates.com...

  • This is Slide 3 Title

    This is slide 3 description. Go to Edit HTML and replace these sentences with your own words. This is a Blogger template by Lasantha - PremiumBloggerTemplates.com...

25/01/11

Crop Circle

Di Inggris, Canada, Amerika, Australia dan Jepang, banyak ditemukan fenomena crop circle. Fenomena ini biasanya muncul di musim panas saat ladang pertanian ditumbuhi dengan tanaman. Dan keunikan fenomena ini adalah terbentuknya lingkaran-lingkaran aneh atau bentuk geometri di ladang pertanian tersebut. Bentuk geometri itu kadang berupa lingkaran-lingkaran atau bisa juga berbentuk rangkaian gambar yang unik, yang menunjukkan bahwa pembuatnya adalah makhluk yang cerdas. Tapi, crop circle ini bukan dibuat oleh manusia berdasarkan berbagai bukti yang telah diselidiki oleh para ilmuwan. Crop circle banyak dijumpai di Inggris selatan.


Banyak yang mengkaitkan crop circle ini dengan kegiatan spiritual karena rangkaian bentuk geometri yang terbentuk di ladang pertanian itu (gambar-gambar itu terbentuk dengan tanaman yang rebah / roboh). Menurut informasi yang ada, kemunculan fenomena crop circle ini sering disertai juga dengan pemunculan ufo yang berbentuk bola cahaya. Sebuah video yang berhasil merekam proses terjadinya sebuah crop circle (di oliver's castle tahun 1996, lihat foto atas) menunjukkan bahwa sebuah crop circle terbentuk dalam waktu hanya sekitar 20 detik saja. Padahal besarnya mencapai puluhan meter. Fenomena ini bahkan diperkirakan telah muncul sejak ratusan tahun lalu. Sebuah ukiran pahatan kayu dari abad 17 yang dinamakan "Mowing Devil" menunjukkan ada makhluk yang dipercaya adalah setan, membuat kerusakan berupa lingkaran di ladang pertanian. Banyak peneliti ufo yang mengabaikan fenomena crop circle, padahal sebenarnya bisa menjadi salah satu bukti tentang keberadaan makhluk cerdas selain manusia. Masih ada hubungannya dengan artikel Crop Circle sebelumnya. Kali ini kita akan membicarakan mengenai berbagai macam spekulasi-spekulasi dan pandangan banyak orang mengenai terjadinya fenomena ini.
Crop Circle merupakan fenomena alam penuh misteri yang sampai saat ini paling sering di jumpai. Sudah hampir 350 tahun semenjak kemunculannya pertama kali di Inggris pada tahun 1647, sampai sekarang belum ada jawaban yang pasti bagaimana cara mereka terbentuk.
Crop circle sendiri adalah lingkaran aneh yang sering terbentuk diatas ladang gandum (biasanya pada musim semi dan panas), uniknya lingkaran-lingkaran yang bentuknya sangat sempurna dan memiliki tingkat kerapian dan ketelitian yang tinggi tersebut terbentuk dalam waktu sekejap saja. Lingaran-lingkaran pada crop circle biasanya terbentuk dengan dimensi yang lebar dan besar. Crop Circle banyak muncul di daerah pertanian gandum Amerika, Inggris, Rusia, Australia dan sebagian Asia. Namun sebagian besar banyak ditemui di Inggris terutama di Kota Winchester. Yang menarik dari Crop Circle adalah macam-macam bentuk dari lingkarannya, bahkan penampakannya tidak hanya berupa lingkaran saja, namun sempat beberapa kali Crop Circle membentuk citra makluk hidup seperti kalajengking, bunga matahari, Lebah,dll.


Kemunculannya di Rusia beberapa tahun yang lalu sangatlah menakjubkan, dimana mereka bermunculan silih berganti. Masyarakat sekitar yang melihatnya sungguh tidak mengerti, bagaimana cara mereka bisa terbentuk secepat itu. dalam kurun semalam saja, sekitar 6-7 crop circle denganukuran yang besar telah terbentuk dihamparan ladang gandum mereka. Yang membuat mereka semakin berdecak kagum adalah macam-macam bentuk dari crop circle itu sendiri, ada yang membentuk citra bunga matahari yang luar biasa indahnya. Sampai saat ini, banyak spekulasi dan pandangan mengenai peroses terbentuknya Crop Circle. Ada yang beranggapan fenomena tersebut memang dibuat oleh manusia, tapi ada pula yang beranggapan murni dari proses gejala alam.
Lingkaran aneh nan misterius di ladang gandum adalah fokus yang selalu menarik perhatian dan penelitian dari kalangan ilmuwan, dan hingga kini belum ada kesimpulan atas sebab terjadinya fenomena tersebut, saat ini terdapat 5 versi utama.

1. Perbuatan manusia
Cukup banyak yang beranggapan, bahwa apa yang disebut lingkaran ladang gandum itu tidak lebih dari perbuatan iseng seseorang. Menurut ilmuwan Anderro dari Inggris yang telah menyelidiki sekaligus meneliti fenomena tersebut selama 17 tahun lamanya, bahwa ada sekitar 80% lingkaran ladang gandum itu merupakan buatan manusia. Seorang warga Inggris pernah menuturkan kepada media massa, bahwa dia dan beberapa temannya adalah pembuat lingkaran ladang gandum di London, Inggris. Sebelumnya mereka telah mempersiapkan gambar desain, ketika gandum di ladang hampir matang, dengan sebuah paku panjang dipantakkan di ladang gandum, dan paku itu dijadikan sebagai pusatnya, selanjutnya, melingkari permukaan tanah dengan tali, lalu muncullah sebuah lingkaran ladang gandum. Masalahnya, apakah mungkin dia dapat membuat lingkaran tersebut dalam satu malam tanpa alat bantu yang memadai? lalu tujuan membuatnya untuk apa?
2. Medan magnet
   Sebagian lingkaran aneh tersebut telah dikesampingkan kemungkinannya terjadi karena ulah manusia. Sebab struktur gambar mereka (lingkaran aneh) yang rumit, ukurannya yang besar, desain yang indah, sama sekali bukan hasil buatan manusia yang dapat dikerjakan dalam waktu semalam. Meskipun Anderro bersikeras mengatakan bahwa 80% lingkaran ladang gandum itu adalah buatan manusia, namun, dia juga yakin, bahwa 20% sisanya adalah pembentukan alami karena efek medan magnet bumi. Dalam medan magnet terdapat suatu daya gerak yang gaib, dapat menghasilkan suatu arus listrik, sehingga tanaman berbaring dataran di atas permukaan tanah
Ahli terkait asal AS yakni Jeffery Walson telah meneliti 130 lebih lingkaran ladang gandum, dan didapati bahwa 90 % disekitar lingkaran aneh tersebut terdapat transformator yang berhubungan dengan kabel tegangan tinggi. Di bawah panjang garis keliling sepanjang 270 meter tersebut terdapat sebuah kolam, oleh karena di-airi, maka ion yang dikeluarkan tanah dari bagian dasar ladang gandum dapat menghasilkan elektrik negatif, sedangkan transformator yang dihubungkan dengan kabel tegangan tinggi menghasilkan elekrik positif. Setelah elektrik negatif dan positif bersentuhan dapat menghasilkan energi magnet listrik, selanjutnya merobohkan gandum lalu membentuk lingkaran aneh. Namun demikian mereka belum bisa memberikan seluruh jawaban dari pertanyaan bagaimana bentuk – bentuk aneh itu dapat terbentuk? Apakah mungkin energi dapat berbentuk bunga atau kelajengking?
3. Angin Tornado
Menurut fisikawan dari Universitas Michigan, AS yakni Dr.Delon Smith, bahwa perubahan musim panas tidak menentu, angin tornado adalah sebab utama yang menyebabkan lingkaran aneh itu. Melalui risetnya dia mendapati, bahwa sejumlah besar lingkaran aneh di ladang gandum yang muncul di sisi gunung atau daerah yang berjarak 60-70 km dari gunung, dimana tempat seperti ini adalah tempat yang mudah sekali membentuk angin tornado. Tapi apakah angin tornado dapat membuat lingkaran dengan ketelitian tertentu tersebut?
4. Buatan makhluk luar angkasa
Banyak yang meyakini, bahwa sebagian besar lingkaran aneh di ladang gandum terbentuk dalam waktu satu malam, besar kemungkinan adalah hasil karya makhluk luar angkasa. Sejak 1990, fotografer Alexander mengatakan, dia melihat cahaya yang ganjil di ladang gandum, cahaya itu terbang kesana-kemari di antara kedua lingkaran aneh. Keberadaan alien di perut bebek liar di San Franscisco AS barangkali
memperkuat dugaan ini.
5. Heterodoxy (pandangan sumbang)
Sejumlah orang percaya, bahwa di balik lingkaran ladang gandum terdapat berbagai macam kekuatan gaib, sama seperti Segi Tiga Bermuda. Menurut dugaan ini, ada yang lantas menyebut lingkaran aneh itu sebagai pemberitahuan bencana, agar supaya menyebarkan pandangan sumbang yang meyimpang dari ajaran ortodoks. Mengapa lingakaran aneh tersebut kerap muncul disitu? Dan kini, lingkaran itu pernah muncul di ladang bunga matahari, Rusia, lantas kenapa bisa demikian? Mungkin kita hanya dapat menunggu ilmuwan untuk menyingkapnya lebih lanjut.


Sumber tulisan : http://misterisdunia.blogspot.com/

Sejarah Crop Circle, Lingkaran Dibuat UFO?

Beberapa fakta di balik crop circle semakin memperkuat ini bukan ulah manusia.

IVAnews - Warga Berbah, Sleman, dihebohkan dengan penampakan crop circle atau lingkaran simetris di sebuah persawahan.

Fenomena crop circle ini sebelumnya lebih marak terjadi di Inggris dan Amerika Serikat, sehingga sontak membuat heboh.

Bagaimana menjelaskan fenomena crop circle ini?

BBC melansir sebuah tulisan dari David Kingston, seorang peneliti crop circle, yang bercerita mengenai fenomena yang diduga sudah terjadi sejak abad 17 itu. Dalam tulisannya berjudul "The History of Crop Circles," Kingston menyatakan sudah mengamati fenomena ini sejak pertama kali melihatnya pada 1976.

"Saya telah menjadi "penjaga malam" untuk UFO di Clay Hill, Warminster," katanya dilansir BBC pada 2004 lalu.

Kingston melihat tiga bulatan terpisah yang berukuran diameter enam kaki, bercahaya terang, beterbangan di atasnya selama tiga jam di puncak Bukit Clay, lalu bergabung menjadi satu bulatan dan lalu bercerai lagi. Lalu tiba-tiba salah satu bulatan itu turun sekitar 30 kaki dan meluncur ke sebuah ladang di dasar Bukit Clay.

Saat fajar, Kingston melihat sebuah lingkaran di sebuah ladang gandum di kaki bukit itu. Saat diperiksa, tak ada tanaman yang patah, hanya lingkaran bulat penuh rata berdiameter 30 kaki.

Saat itulah Kingston menyadari telah melihat langsung fenomena yang pada tahun 1966 menggemparkan Australia. Sejak itu, Kingston berusaha mendalami crop circle.

Dalam pencariannya itu, Kingston menemukan dalam literatur Prancis mengenai fenomena aneh di pinggir kota Lyon. Seorang pendeta di Lyon menyebutkan sebuah "karya setan" di sebuah ladang gandum yakni "lingkaran rata."

Beberapa petani juga mengaku kepada Kingston pernah melihat yang sama, namun tak ada gambar. Ada juga pilot yang bercerita kepada Kingston melihat lingkaran-lingkaran aneh dan bahkan memfotonya.

Lingkaran-lingkaran itu ternyata bukan hanya muncul di ladang gandum, namun juga di rumput dan bahkan tanaman seperti bit, tebu dan sawah seperti terjadi di Jepang. Bahkan di Afghanistan, ada yang melihat lingkaran serupa di salju pegunungan yang bertinggi 4.000 meter di atas permukaan laut.

Sejak itu, Kingston memulai penelitian yang disebutnya Penyelidikan Fenomena Tanaman. Kingston bekerja sama dengan sejumlah lembaga termasuk laboratorium Dr. William Levengood di Amerika. Mereka mengumpulkan sampel crop circle dari berbagai belahan dunia. Hasilnya ditampilkan di jurnal ilmiah.

Apa saja faktanya?
- Formasi itu dibentuk semacam energi, yang memiliki kemampuan melewati struktur molekul tanaman tanpa merusaknya. Energi inilah yang memunculkan anomali fotografis.

- Ada distorsi medan elektromagnetik bumi, kadang muncul gambar hantu dalam jarak dekat dari formasi asli.

- Pancaran cahaya terekam di film atas formasi.

- Energi yang terlibat tak dikenal digunakan di bumi.

- Beberapa formasi meradiasikan frekuensi kira-kira 7,5hz dalam spektrum elektromagnetik namun bisa berbeda-beda di beragam formasi.

Kingston lalu mengelaborasi data itu menggunakan program komputer. Hasilnya, bisa menghasilkan musik dan suara indah. Fakta baru muncul:
- Frekuensi ini juga muncul saat ada penampakan UFO

- Meski tanaman telah dipanen, pola yang sama berbekas minimal enam bulan di tanah. Ini jelas tak bisa dilakukan manusia.

- Di beberapa formasi, kompas berotasi mengikuti anomali magnetik, perekam gambar, telepon genggam dan barang elektronik lainnya yang berbatere langsung kehabisan energi.

- Tanaman di luar formasi tidak memunculkan perubahan karakter struktur sel seperti tanaman dalam formasi.

- Tak ada konsistensi. Di beberapa formasi, ada faktor suara, ada anomali magnetik, anomali fotografis dan bekas di tanah.

- Tanaman dalam formasi masih bisa dipanen

- Ada 80 persen formasi yang dibentuk manusia karena ingin sensasi.

Dan Kingston berkesimpulan, pola geometris itu jelas bukan buatan manusia. Ada misteri yang harus dibongkar. (umi)


• VIVAnews (http://teknologi.vivanews.com)

Crop Circle Muncul Setelah Terdengar Suara Gemuruh

Yogyakarta, CyberNews. Lokasi diketemukannya Crop Circle atau lingkaran taman di hamparan areal persawahan warga di Desa Jogotirto, Berbah, Sleman, Yogyakarta Minggu (23/1) kemarin, saat ini telah dipasangi garis polisi, Senin, (24/1).

Warga setempat beranggapan bahwa, lingkaran yang membentuk suatu pola tertentu atau tanda tersebut adalah jejak pendaratan sebuah pesawat dari planet lain, yakni Unidentified Flying Object (UFO). Menurut warga setempat fenomena itu muncul sebelum hujan turun. Saat itu terdengar suara gemuruh dan angin kencang.

Tidak ada jejak, jika lingkaran itu adalah buatan manusi. Karena, Sabtu (22/1) malam tidak ada orang yang mencurigakan di areal persawahan itu dan keesokan harinya sudah terbentuk. Selain itu, dari potongan tanaman padi ini tidak mungkin kalau disebabkan angin puting beliung.

Pasalnya, areal sawah itu sangat luas hingga mencapai 70 meter dan padi yang rubuh tersebut terlihat sangat rapi. Melihat anehnya lambang bekas pendaratan pesawat "UFO" tersebut, warga langsung melapor ke kepala desa dan ke kepolisian. Langkah yang diambil dari pihak kepolisian langsung memasang garis polisi agar tidak terjadi kerusakan di lokasi tersebut.

Kapolsek Berbah, Kompol I Made Muliawan mengatakan garis tersebut selain itu agar tidak merugikan petani pemilik sawah tersebut. "Lokasi ini agar tidak rusak karena didatangi warga yang ingin melihat dari dekat, dan untuk penyelidikan lebih lanjut serta untuk penelitian dari pihak yang berkepentingan," katanya, Senin (24/1).

( Yulianto / CN26 / JBSM )
http://suaramerdeka.com/

UFO's Appearance (again)

UFO muncul lagi!! setelah ada kabar terakhir keliatan di jakarta pada September 2008. Eh, "dia" muncul lagi beberapa hari lalu, di Petukangan (Jaksel) Lagi!! But yang sekarang si masih dalam consider nya LAPAN, bcoz -seperti biasa- , yang namanya UFO ga pernah bisa didefinisikan atau di jelaskan secara harfiah maupun ilmiah, sesuai namanya Unidentified Flying Object.
Sebenernya kalo dilihat dari perspektif qta sebagai penghuni planet bumi, maka di luar angkasa sana masih ada jutaan -atau mungkin milyaran- planet lain yang tidak bisa dijangkau oleh keterbatasan intelijensia kita. Jadi sangat mungkin terdapat beragam makhluk yang selama ini tidak pernah diduga eksistensinya di angkasa yang luas ini.
Sekarang, jika ternyata UFO itu adalah benar-benar sesosok makhluk, untuk apa mereka berjalan menyusuri langit bumi? Niat baik kah? buruk kah? Semoga baik. Karena kalau niat "mereka" buruk, jelas gawat!! Karena.. Yah, logic-nya sih, qta sampai saat ini tidak bisa menemukan bukti konkret tentang keberadaan makhluk lain selain yang ada di bumi yang sempit ini. Dan ternyata, makhluk2 itu sudah bisa menemukan keberadaan qta di bumi. Jelas, mereka lebih cerdas dan bisa punya banyak kelebihan dari qta, manusia, yang selama ini identik dengan sebutan Makhluk Paling Sempurna. Wallahualam bis shawab.

Berikut List waktu dan tempat history penampakan UFO di Indonesia sejak 1932 hingga 2007 menurut Wikipedia:
* South Kebumen, Central Java, 1932
* Timor Sea, February 26, 1942
* Palembang, Sumatra, August 10, 1944
* Plaju, South Sumatera, during World War II
* Yogyakarta, May 19, 1952
* Medan, January 28, 1953
* Bandung, February 9, 1953
* Magelang, February 9-10, 1953
* Semarang and Malang, February 13, 1953
* Sungguminasa, Ujung Pandang, February 14, 1953
* Banjarmasin, February 15, 1953
* Ujung Pandang, February 18, 1953
* Tanjung Balai, Asahan, February 25, 1953
* Palembang, April 7, 1953
* Kalimantan, July 23, 1953
* Papua, August 23, 1953
* Cilincing, East Tanjung Priok, February, 1954
* East Java & Central Java, March 18, 1954
* Indonesia Air Force pilot saw UFO, May 1954
* Madiun, 1954
* Bondowoso, East Java, July 25, 1954
* Bondowoso, October 1954
* Jatinegara, December 4, 1956
* Jenoponto, Sulawesi, June 22, 1955
* Medan, Sumatera, June 26, 1955
* Danau Semayang, East Borneo, 1956
* Bagan Siapi-api, November 6, 1957
* Pantai Tarakan, November 11, 1957
* Curug, Tangerang, September 20, 1959
* Alor Incident, Alor Islands, July 1959
* Jakarta, 1962
* Bangkalan, Madura Island, June 1963
* Surabaya, East Java, 1964
* Yogyakarta, Central Java, 1964
* Ngliyep beach, East Java, 1964
* UFO seen at some towns in East Java, 1967
* Palembang, Sumatera, July 1967
* Poso Lake, Sulawesi, May 1968
* Medan, first week of November 1968
* Manado, Sulawesi, 1969
* Mojogedang, Solo, Central Java, 1969
* South beach in East Java, 1970
* Mount Agung, Bali, 1973
* Tamansari street, Bandung city, West Java, 1974
* Flores, East Nusa Tenggara, 1974
* Cilamaya offshore, West Java, 1975
* Porong, East Java, June 27, 1977
* Semarang, Central Java, 1977
* Jayapura, Papua, September 14, 1977
* Bogor, November 15, 1978
* Ayah Beach, Kebumen, Central Java, December 1978
* Makassar, Sulawesi, December 13, 1978
* Tulungagung, East Java, 1979
* Ciamis, West Java, January 27, 1979
* Jakarta, May 27, June 26 and July 12, 1979
* Bandung, July 14, 1979
* Jakarta, August 27, 1979
* Lembang, October 1979
* Surabaya, East Java, 1979
* Dago Pakar, Bandung, 1979 (alien abduction case)
* Bandung, 1980
* Yogyakarta, 1980
* Pangkalpinang, Bangka Island, 1980
* Yogyakarta, January 2, 1981
* Jakarta, May 23, 1981 (Guruh Sukarnoputra's residence)
* Bali, 1982
* Mount Galunggung, West Java, July 22, 1982
* Riau, May 1983
* Antan Village, West Borneo, 1984
* Tarakan, East Borneo, 1984 or 1985
* Palembang, 1985
* Solok, West Sumatera, 1986
* Jakarta, August 1986
* Jakarta, 1986
* Cilandak, South Jakarta, March 23, 1987
* Bandung 1989 or 90
* Jakarta, 1990
* Padang, 1990
* Bali, 1991
* Sintang, 1991
* Malang, East Java, 1991
* Ciledug, Jakarta, April 1991
* Bali, July 1992
* Surabaya, 1992
* Ngurah Rai International Airport, Bali, August 27, 1992
* Sambas, West Borneo, 1993
* Bandung, 1993 or 94
* Malang, January 1994
* Probolinggo, 1994
* Ambeno, Timor, 1994
* Singkawang, Sambas, West Borneo, 1995
* West Tebet, South Jakarta, June 1995
* Salatiga, July 1995
* Pengandonan, February 1996
* Nampu Bay, Wonogiri, Central Java, April 1996
* Sukabumi, April 1996
* Bandung, Agustus 1996
* Bodok, Sambas, West Borneo, 1996
* Pontianak, December 1996
* Palangkaraya, 1996
* Muara Teweh, Borneo, 1996 and 1997
* Madiun, November 5, 1997
* Salatiga, Central Java, September 1997
* Bandung, April 12, 1997
* Bandung, April 14, 1997
* Serukam, Sambas, West Borneo, June 13, 1997
* Bandung, October 28, 1997
* Surabaya, Decemver 2, 1997
* Jakarta, 1997
* Banyuwangi, East Java, November 1998
* UFO near Mount Salak, West Java, April 16, 1998
* Bayah Beach, Rangkasbitung, West Java, April 28, 1998
* UFO in Yogyakarta, July 1999
* Lovina Beach, Bali, September 17, 1999
* Kelian, East Borneo, November 20, 1999
* Denpasar, Bali, February 3, 2000
* North Sulawesi, December 26, 2000
* Yogyakarta, March 25, 2001
* Salatiga, Central Java, October 12, 2003
* Mapia, Papua, January, 2007
* Rumbai Beach, Pekanbaru, Riau, May 5, 2007
 
Sumber: http://entert-riz.blogspot.com/ 

Lima Teori Pembentukan Lambang 'UFO' di Sleman


Elvan Dany Sutrisno - detikNews

Jakarta – Fenomena misterius berupa lambang Unidentified Flying Object (UFO) di Sleman, Yogyakarta, yang juga dikenal sebagai crop circle, hingga kini belum terpecahkan. Ada lima teori yang menjadi perdebatan para ahli terkait lambang misterius ini. Berdasarkan informasi yang dikumpulkan detikcom dari berbagai sumber di blogspot.com, Senin (24/1/2011), setidaknya ada lima teori terkait crop circle. Beberapa teori bisa diterima dengan logika sederhana, namun ada juga yang cukup rumit. 
Teori pertama, buatan manusia. Seorang ilmuwan dari Inggris yang telah meneliti fenomena ini selama 17 tahun lamanya meyakini bahwa 80 persen crop circle merupakan buatan manusia. Namun demikian teori ini tak mampu menjawab alat bantu yang diperlukan dan tujuan pembuatannya. Teori kedua, medan magnet. Seorang ahli asal Amerika Serikat, Jeffery Walson, telah meneliti lebih dari 130 fenomena ini. Ia memastikan 90 persen di sekitar lingkaran aneh tersebut terdapat transformator yang berhubungan dengan kabel tegangan tinggi. Setelah elektrik negatif dari air di sekitar sawah dan positif dari listrik bersentuhan dapat menghasilkan energi magnet listrik yang membentuk lingkaran aneh. Teori ini juga belum bisa menjawab terbentuknya citra flora dan fauna di dalam crop circle. Teori ketiga, angin tornado. Ahli fisika dari Universitas Michigan, AS, Delon Smith, menuturkan bahwa angin tornado adalah sebab utama yang menyebabkan lingkaran aneh itu. Melalui risetnya dia mendapati bahwa sejumlah besar lingkaran aneh di ladang gandum yang muncul di sisi gunung, dimana tempat seperti ini adalah tempat yang mudah membentuk angin tornado. Tapi apakah angin tornado dapat membuat lingkaran yang simetris? Teori keempat, buatan makhluk luar angkasa, atau alien. Sejak tahun 1990, fotografer di Amerika Serikat meyakini melihat cahaya aneh di ladang gandum. Cahaya itu terbang kesana-kemari membentuk lingkaran aneh. Teori kelima, gaib. Sejumlah ahli percaya crop circle dibentuk oleh zat gaib sama dengan penerawangan soal keberadaan segitiga bermuda. Sejumlah paranormal juga menghubungkan crop circle ini sebagai pertanda bencana. Sebelumnya diberitakan, warga Sleman, Yogyakarta, dihebohkan oleh tanda misterius di persawahan yang muncul usai angin kencang. Warga setempat meyakini tanda yang berbentuk lingkaran raksasa tersebut sebagai pendaratan  pesawat ‘UFO’ dari planet lain. Lambang tersebut berbentuk lingkaran berdiameter 70 meter. Di tengah lingkaran raksasa tersebut terdapat lambang misterius. Tanda tersebut dibentuk oleh hamparan padi yang rebah setelah angin kencang tersebut.
Pihak Kepolisian pun membenarkan munculnya lambang misterius ‘UFO’ tersebut. Polisi bahkan sudah mengabadikan peristiwa langka tersebut. (van/mpr)
Sumber: http://www.detiknews.com/

Lambang 'UFO' di Sleman Pertamakali di Indonesia foto

 Elvan Dany Sutrisno - detikNews

 Jakarta - Lambang misterius yang diduga warga berasal dari pendaratan pesawat Unidentified Flying Object (UFO) di Sleman, Yogyakarta, ternyata baru pertamakali muncul di Indonesia. Dalam sejarah, lingkaran aneh yang dikenal sebagai crop circle ini lebih sering muncul di eropa.

Situs ensiklopedia bebas terbesar, Wikipedia, Senin (24/1/2011), menulis bahwa 90 persen lingkaran aneh tersebut lebih sering terjadi di kawasan Inggris bagian selatan. Kemunculan crop circle ini semakin meningkat setelah tahun 1970-an.

Setidaknya sebanyak 26 negara pernah melaporkan adanya crop circle. Negara-negara tersebut seperti Amerika Serikat, Jepang, Inggris, namun tak ada laporan serupa dari Indonesia.

Wikipedia juga menulis aneka macam praduga terkait pembentukan lingkaran aneh ini. Dari mulai dibuat dengan menidurkan tanaman dengan ikatan tali sampai dengan pemotong rumput.

Beberapa crop circle, menurut Wikipedia, juga dibuat dengan sengaja oleh perusahaan sebagai iklan produk mereka. Ada juga orang-orang yang membuat crop circle untuk sekedar berunjukrasa.

Sebelumnya diberitakan, warga Sleman, Yogyakarta, dihebohkan oleh tanda misterius di persawahan yang muncul usai angin kencang. Warga setempat meyakini tanda yang berbentuk lingkaran raksasa tersebut sebagai pendaratan  pesawat 'UFO' dari planet lain.

Lambang tersebut berbentuk lingkaran berdiameter 70 meter. Di tengah lingkaran raksasa tersebut terdapat lambang misterius. Tanda tersebut dibentuk oleh hamparan padi yang rebah setelah angin kencang tersebut.

Pihak Kepolisian pun membenarkan munculnya lambang misterius 'UFO' tersebut. Polisi bahkan sudah mengabadikan peristiwa langka tersebut. (van/mpr)

Sumber: http://www.detiknews.com/