Keteranga
  • This is Slide 1 Title

    This is slide 1 description. Go to Edit HTML and replace these sentences with your own words. This is a Blogger template by Lasantha - PremiumBloggerTemplates.com...

  • This is Slide 2 Title

    This is slide 2 description. Go to Edit HTML and replace these sentences with your own words. This is a Blogger template by Lasantha - PremiumBloggerTemplates.com...

  • This is Slide 3 Title

    This is slide 3 description. Go to Edit HTML and replace these sentences with your own words. This is a Blogger template by Lasantha - PremiumBloggerTemplates.com...

18/12/10

Situs Kraton Bangkalan akan Dijual

Bangkalan (ANTARA News) - Sebuah bangunan yang diduga situs kraton di Kampung Sak-Sak Tengah, Kelurahan Kraton, Kecamatan Kota, Kabupaten Bangkalan, Madura, Jawa Timur, akan dijual oleh pemilik hak guna bangunan (HGB), Hansye Woing.

"Kabarnya begitu, ada seseorang ke sini mengabarkan jika rumah ini akan dijual. Dan para penghuninya disuruh pindah sesegera mungkin," kata salah seorang penghuni bangunan itu, Nyonya Imron, Rabu.

Ny Imron mengatakan, dirinya sudah mendengar kabar jika rumah tersebut hendak dijual. Namun, ia tidak tahu kenapa rumah hendak dijual.

Selama ini bangunan kuno tersebut ditempati sebagai asrama anggota polisi. Bangunan yang berbentuk kraton itu dihuni enam keluarga, empat keluarlga diantaranya masih aktif menjadi anggota polisi.

Menurut Lurah Kemayoran, Evy Aisya Andriyani, bangunan tersebut memang merupakan situs kraton Bangkalan.

Semestinya, kata dia, situs kraton tersebut diselamatkan, karena merupakan peninggalan masa lalu dan memiliki nilai-nilai sejarah.

Hansyen sendiri, kata dia, sebenarnya bukan pemilik dari bangunan kuno tersebut, melainkan hanya sebagai hak guna.

"Itupun kepemilikannya sudah berakhir pada tahun 80-an. Situs kraton Bangkalan ini tidak boleh dijual tapi harus dilestarikan," katanya menambahkan.

Sebagian bangunan kuno itu, kini tidak terlihat utuh lagi. Bahkan, bangunan yang merupakan tempat istri selir yang terletak di sebelah barat situs kraton oleh Hansyen (orang yang mengaku sebagai pemilik) telah disertifikasi dan dibongkar.

Kondisi bangunan kuno yang di dalamnya terdapat situs kraton Bangkalan ini memang telah tidak layak huni. Atap bangunan sudah rusak dan sebagian sudah bocor.

Kabar yang berkembang di masyarakat sekitar, tiang yang terbuat dari tembaga dalam bangunan ditawar senilai Rp90 juta. Adapun tiang yang terbuat dari tembaga berjumlah empat buah.

Tidak hanya itu, ada empat tiang penyangga yang terbuat dari kayu jati konon telah ditawar dengan harga sangat menggiurkan, yakni Rp135 juta lebih.

Lurah Kemayonan Evy Aisya Andriyani, pihaknya akan secepatnya menginformasikan penjualan situs bangunan kraton Bangkalan ini ke pemkab melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata. Apalagi, Hansye Woing (Hansen) yang selama ini disebut-sebut sebagai pemilik hanyalah memiliki hak guna saja, bukan pemilik sah.

(ANT/S026)
Sumber:  http://m.antaranews.com

Ribuan Penari Jaipong Akan Pecahkan MURI

Ribuan Penari Jaipong Akan Pecahkan MURI
(ANTARA/ Ujang Zaelani)
Karawang (ANTARA News) - Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Karawang, Jawa Barat, berencana memecahkan Museum Rekor Indonesia (MURI) melaui kegiatan tari jaipong yang diikuti 5.000-6.000 penari jaipong se-Karawang pada 26 Desember 2010.

"Rencana memecahkan (MURI) museum rekor Indonesia itu kami lakukan dengan mengandalkan peserta (penari jaipong) terbanyak," kata Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Karawang, Acep Jamhuri, kepada ANTARA, di Karawang, Kamis.

Dikatakannya, peserta pementasan tari jaipong tersebut diandalkan dari peserta penari jaipong lokal Karawang, diramaikan dengan partisipasi penari lainnya dari luar Karawang, seperti dari Subang, Purwakarta, Bandung, dan lain-lain.

Para peserta pementasan tari jaipong yang akan mengikuti kegiatan memecahkan MURI tersebut, kata Acep, berusia minimal 12 tahun atau berstatus siswa kelas VI SD. Sedangkan usia maksimalnya tidak dibatasi.

"Saat ini, pihak panitia sudah melakukan berbagai persiapan agar rencana pemecahan MURI nanti bisa berjalan lancar. Termasuk diantaranya melakukan koordinasi ke berbagai pihak," katanya.

Lokasi yang dipilih dalam kegiatan itu ialah di jalan raya Ahmad Yani sepanjang sekitar 500 meter. Dengan demikian, akan ada penutupan jalan raya selama kegiatan itu berlangsung.

Menurut dia, kegiatan tari jaipong yang akan memecahkan MURI itu digelar sebagai upaya Pemkab Karawang dalam memunculkan kembali seni dan budaya asli Karawang. Sebab, tari jaipong pada awalnya muncul dari Karawang.

"Semoga kegiatan tari jaipong yang direncanakan memecahkan MURI nanti bisa menimbulkan kebanggan tersendiri bagi warga Karawang," kata Acep. (*)

(KR-MAK/R009)
COPYRIGHT © 2010
sUMBER:  http://m.antaranews.com

Agnes Monica Gebrak Panggung Boshe Bali

Agnes Monica Gebrak Panggung Boshe Bali
Agnes Monica. (ANTARA/Jessica Wuysang)
Kuta (ANTARA News) - Salah satu diva Indonesia Agnes Monica, Jumat malam menggebrak panggung hiburan di Boshe VVIP Club Bali di kawasan Kuta dalam acara yang dikemas "Anges Monica Exclusive Live Concert".

"Kami sengaja hadirkan Agnes Monica untuk bisa menghibur para penggemarnya di Bali, lebih khusus lagi para pengunjung Boshe," kata Promotion Marketing Boshe VVIP Club Bali Dennisha Sinay.

Denisha mengatakan, nama Agnes Monica sudah tidak asing lagi bagi publik di Bali, sehingga kehadirannya sangat dinantikan para penggemar.

Terlebih dengan prestasi terbarunya yang membuat heboh seluruh masyarakat Indonesia setelah ia menjadi host dari salah satu acara musik terbesar di Amerika.

"Malam ini Boshe dengan bangga menampilkan Agnes Monica Exclusive Live concert dengan didukung soundsystem terbaik di Indonesia," kata Denisha.

Untuk memenuhi keinginan para penggemarnya di Pulau Dewata, Agnes menyanyikan hits single terbarunya "Karna Kusanggup".
Lagu terbaru Agnes, ujar Denisha, juga ditampilkan dengan iringan energic dari Nezza Da Hood (Agnes`s Dancers). Pengunjung hanya dikenai tarif Rp150 ribu untuk "first drink charge".
(ANT-166/M026/A038)
sUMBER:  http://m.antaranews.com

Seniman Tato Yogyakarta Dukung Penetapan Gubernur

Yogyakarta (ANTARA News) - Seniman tato Yogyakarta akan menggalang `Solidaritas seniman tato Indonesia untuk keistimewaan Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta` di kompleks Benteng Vredeburg, Minggu 19 Desember 2010.

"Sebanyak 10 orang seniman tato dari dan luar Yogyakarta akan unjuk kebolehan membuat karya tato bergambar lambang Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat dan Kadipaten Puro Pakualaman," kata Pimpinan Java Tato Club Indonesia Athonk Sapto Raharjo, di Yogyakarta, Jumat.

Ia mengatakan sebagai bagian dari masyarakat Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) yang kini sedang memperjuangkan penetapan Sri Sultan Hamengku Buwono X dan Paku Alam IX sebagai gubernur dan wakilnya, seniman tato Yogyakarta terpanggil untuk ikut mendukung penetapan tersebut.

"Seniman-seniman tato itu mencintai Yogyakarta, dan merasa menjadi bagian dari `organ tubuh` daerah istimewa ini," katanya.

Oleh karena itu, kata dia ketika ada `organ tubuh` Yogyakarta merasa disakiti, maka `organ` lain juga akan merasakan sakitnya.

"Karena tersakiti itulah mereka melakukan reaksi sebagai respon atas aksi pemerintah yang dirasa melukai keistimewaan DIY," katanya.

Menurut dia, seniman-seniman tato yang akan beraksi pada 19 Desember itu, menuntut penetapan Sultan yang merupakan ciri utama keistimewaan DIY.

"Ciri tersebut sudah melekat dan tidak dapat diganggu gugat. Selama ini kami merasa diayomi oleh Sultan sebagai raja maupun gubernur, sehingga kami bebas berekspresi dan berkesenian," katanya.

Ia mengatakan selain seniman tato asal Yogyakarta, aksi tersebut juga diikuti seniman asal luar Yogyakarta, di antaranya dari Salatiga dan Semarang.

Java Tato Club sendiri didirikan oleh Athok dan rekan-rekannya pada 1997 di Yogyakarta, hingga saat ini anggotanya telah tersebar di beberapa kota di Indonesia.(*)

(ANT-158/B/M008R009)
sUMBER:  http://m.antaranews.com

Bekas Kraton Bangkalan Jadi Milik Pribadi

Bangkalan (ANTARA News) - Bekas Kraton Bangkalan, di Kampung Sak-Sak Tengah, Kelurahan Kraton, Kecamatan Bangkalan, Madura, Jawa Timur, kini diklaim sebagai milik pribadi warga bernama Hansyen Woing.

"Itu sudah menjadi milik pribadi saya, dan saya telah mengantongi sertifikatnya dari Badan Pertanahan Nasional (BPN) Bangkalan yang dikeluarkan 2010 ini," kata Hansyen, Jumat.

Menurut dia, bekas Kraton Bangkalan di areal seluas 1 hektare lebih itu, merupakan warisan dari orang tuanya dan sudah diukur sejak 1925 lalu. "Namun sertifikatnya baru rampung sekarang ini," ujarnya.

Ia menuturkan, dulu, bangunan itu ditempati sebagai asrama pejabat di Kabupaten Bangkalan. Namun karena ayahnya kasihan pada orang yang tidak punya rumah, akhirnya, rumah itu disuruh tempatinya secara cuma-cuma.

Menurut Hansyen, bangunan kuno tidak pernah direnovasi dan tidak terurus. Baik oleh dirinya maupun dari penghuni bangunan kuno tersebut. Akibatnya, kondisi bangunan sangat memprihatinkan.

Saat ini, warga keturunan China yang mengklaim sebagai pemilik bekas Kraton Bangkalan tersebut, berencana akan menjual bangunan itu dengan alasan khawatir ambruk karena tidak terawat.

Warga yang tinggal di bangunan tersebut, diminta segera mengosongkan rumah tersebut.

Tapi rencana Hansyen ini ditentang oleh sejumlah warga di Kampung Sak-Sak Tengah, Kelurahan Kraton, Kecamatan Bangkalan, termasuk Lurah Kraton, Evi Aisya Andriyani.

Sebab menurut warga dan Lurah Kraton, bekas Kraton Bangkalan yang diklaim milik pribadi Hansyen Woing, merupakan cagar budaya yang perlu dilestarikan.

Bahkan warga meminta sertifikat yang dikeluarkan oleh Badan Pertanahan Nasional (BPN) Bangkalan ditinjau ulang.

Evi Aisya Andriyani menyatakan, pihaknya tidak menemukan data di kantor kelurahan, jika bekas Kraton Bangkalan itu merupakan milik perorangan, apalagi di dalam bangunan itu banyak terdapat benda-benda kuno yang merupakan peninggalan Kraton Bangkalan.

"Di persil juga ngak ada, jika bangunan tersebut milik perseorangan. Berarti milik negara dan tidak boleh dijual. Namun, harus dilestarikan," kata Evi, menegaskan.

Sebagian bangunan kuno itu, kini tidak terlihat utuh lagi. Bahkan, bangunan yang merupakan tempat istri selir yang terletak di sebelah barat situs kraton oleh Hansyen (orang yang mengaku sebagai pemilik) telah disertifikasi dan dibongkar.

Kondisi bangunan kuno yang di dalamnya terdapat situs Kraton Bangkalan ini memang telah tidak layak huni. Atap bangunan sudah rusak dan sebagian sudah bocor.

Kabar yang berkembang di masyarakat sekitar, tiang yang terbuat dari tembaga dalam bangunan ditawar senilai Rp90 juta. Adapun tiang yang terbuat dari tembaga berjumlah empat unit.

Tidak hanya itu, ada empat tiang penyangga yang terbuat dari kayu jati konon telah ditawar dengan harga sangat menggiurkan, yakni Rp135 juta lebih.

Lurah Kemayonan Evi Aisya Andriyani mengatakan, pihaknya akan secepatnya menginformasikan penjualan situs bangunan Kraton Bangkalan ini ke pemkab melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata. Apalagi, Hansye Woing (Hansen) yang selama ini disebut-sebut sebagai pemilik hanyalah memiliki hak guna saja, bukan pemilik sah. (*)(T.KR-ZIZ/C004/R009)
Sumber:  http://m.antaranews.com