Keteranga
  • This is Slide 1 Title

    This is slide 1 description. Go to Edit HTML and replace these sentences with your own words. This is a Blogger template by Lasantha - PremiumBloggerTemplates.com...

  • This is Slide 2 Title

    This is slide 2 description. Go to Edit HTML and replace these sentences with your own words. This is a Blogger template by Lasantha - PremiumBloggerTemplates.com...

  • This is Slide 3 Title

    This is slide 3 description. Go to Edit HTML and replace these sentences with your own words. This is a Blogger template by Lasantha - PremiumBloggerTemplates.com...

04/02/11

Riwayat Lapangan Tahrir

 Editor: Jodhi Yudono

Massa pendukung Presiden Hosni Mubarak dan massa penentangnya berhadap-hadapan di Lapangan Tahrir, Kairo, Rabu (2/2/2011).
Seperti Lapangan Monas di Jakarta, Trafalgar Square di London, Lapangan Merah di Moskow dan tempat-tempat monumental lainnya di dunia, Lapangan Tahrir atau Lapangan Pembebasan dalam Bahasa Indonesia --belakangan Aljazeera menyebutnya Liberation Square demi menginternasionalikan krisis Mesir dan menarik perhatian dunia-- adalah juga tempat bersejarah dan menjadi pusat gerakan sosial politik terpenting di Mesir.
Lapangan Tahrir sudah lama menjadi episentrum gerakan-gerakan pembaruan dan sosial di Mesir sejak dibangun pada abad 19 lalu.
Lapangan yang dulu disebut Midan Ismaila sebelum para perwira revolusioner Arab pimpinan Letnan Kolonel Gamal Abdul Nasser mengubahnya pada 1952 menjadi Lapangan Tahrir atau Liberation Square dalam Bahasa Inggris, adalah titik pusat dari aksi rusuh 1977.
Saat itu, Presiden Anwar Saddat mengambil langkah kontroversial, yakni mengakhiri subsidi bahan makanan pokok rakyat Mesir, terutama roti dan minyak goreng.
Lapangan itu juga menjadi situs demonstrasi besar menggugat kekuasasan Muhammad Tawfik Pasha, pewaris terakhir dinasti Muhammad Ali pada 1881.
Lapangan Pembebasan juga menjadi situs paling penting dalam gerakan perlawanan terhadap kolonialisme Inggris pada 1919.
"Yang membuat tempat ini istimewa adalah luasnya dan kedekatannya ke lembaga-lembaga penting Mesir dan kedutaan-kedutaan besar asing," kata Obada Kohela, profesor sejarah pada Universitas Kairo.  "Di sinilah perlawanan terhadap seorang penguasa Mesir bermula," sambungnya.
Sementara demonstrasi besar yang terjadi sejak 25 Januari lalu telah menelan 100 nyawa, sekaligus menimbulkan keguncangan di pasar modal, pasar uang, dan pasar minyak dunia.
Para investor mengkhawatirkan gejolak di Mesir bakal menyebar ke seantero Arab dan bisa memicu ditutupnya Terusan Suez. Demonstrasi besar di Mesir juga dikhawatirkan menyeberangi Laut Merah menuju nebara-negara Teluk kaya minyak.  
Negara tetangga Saudi Arabia yang terletak di ujung selatan Jazirah Arab, Yaman, juga tengah diguncang demonstrasi antipemerintah.
Mesir, berdasarkan klaim Kongres AS, adalah penerima bantuan luar negeri AS terbesar setelah Israel.
Posisi Mubarak juga vital bagi AS dan Israel, karena dia selalu menjadi penyokong utama kampanye pengakuan Arab atas negara Israel, penentang serius ambisi nuklir Iran, dan tokoh yang berperan besar dalam mengisolasi Hamas, kelompok perlawanan Israel paling fanatik dari kubu Palestina.
Raja Tutankhamun
Karima el-Hefnawy, seorang ahli farmasi yang turut dalam demonstrasi besar sejak pekan lalu di Lapangan Tahrir, mengatakan bahwa dia dan ribuan lain sewaktu mahasiswa dulu pernah ditahan menyusul demonstrasi mendukung perang melawan Israel pada 1972.
Dia berkata, waktu itu pun para demonstran memusatkan pergerakannnya di Lapangan Tahrir. Para demonstran ini juga menyerukan pembenasan dia dan ribuan rekan lainnya yang ditahan rezim.
"Malam itu di bawah ketiadaan komunikasi (yang layak seperti sekarang), semua orang Mesir menuju ke Lapangan Tahrir dan ironisnya kami dibebaskan seminggu kemudian," kenangnya.
Pada 2003, Lapangan Tahrir yang berada di depan bekas kampus utama Universitas Amerika di Kairo dan Mogama, yaitu pusat adiministrasi pemerintahan di Mesir, menjadi tempat utama demonstrasi menentang perang di Irak.
Kini, sejak 25 Januari 2011, Lapangan Tahrir kembali menjadi pusat gerakan, kali ini dari ribuan orang yang menyerukan diakhirinya kekuasaaan Hosni Mubarak.
"Demonstrasi di Lapangan Tahrir adalah sakit di tubuh bagian belakang pejabat-pejabat pemerintah," kata Mervat Helal, pegawai pajak real-estate.
Demonstrasi ini membatasi pergerakan para pegawai dan pejabat pemerintah karena demonstran menguasai pusat kota Kairo itu, sambungnya.
Menjadi salah satu jalur pertemuan lalu lintas di ibukota Mesir itu, Lapangan Tahrir menawarkan sebuah pusat kawasan hijau yang dikeliling jalan-jalan lebar.
Di dekat lapangan itu juga terdapat Museum Mesir, persis Museum Nasional di Jakarta yang menghadap Tugu Monas di Lapangan Monas.
Museum Mesir ini adalah tempat berkumpulnya benda-benda paling bersejarah, bukan hanya Mesir tapi juga dunia, termasuk topeng kematian Raja Tutankhamun yang termasyur itu.
Museum ini ada di sebelah utara Lapangan Tahrir.  Di era kolonial dulu, museum tersebut menjadi barak tentara Inggris.

Sumber :ANT (http://oase.kompas.com/)

Naik Haji Berkali-Kali atau Dermawan ?

Bagi umat muslim naik haji merupakan ibadah wajib sekali seumur hidup. Namun itu bagi yang mampu. Yang tidak mampu maka kuwajiban itu belum terkena padanya. Berbahagialah bagi siapapun yang mampu menunaikan ibadah haji. Dengan syarat ikhlas karena Allah.

Ya tentu harus karena Allah semata. Bukan karena ingin dipanggil pak Haji. Bukan karena ingin 'ngelencer' ke Mekah. Bukan pula karena ingin memamerkan harta kekayaannya. Bukan juga karena latah, ikut-ikutan karena para tetangga sudah banyak yang menunaikan ibadah haji.

Sementara ada segelintir manusia yang diberi kelebihan harta oleh Allah. Bagus juga. Tiap tahun menjalankan haji. Tiap tahun umroh. Sayang, tetangga yang lapar tidak dipedulikan. Sayang anak yatim tidak disantuni. Sayang anak cerdas namun miskin tak disekolahkan.

Sayang seribu kali sayang. Karena ada kisah seorang yang kaya mendapat kemuliaan dari Allah. Bukan karena kekayaannya. Tetapi karena kedermawanannya. Bahkan ada kisah tentang seorang ulama yang sangat dermawan. Beliau tidak bisa pergi haji karena bekal berhaji habis untuk membantu orang miskin. Namun diluar dugaan. setelah musim haji usai, banyak tamu datang menyatakan ingin bersilaturahim karena merasa habis menjalankan haji bersama-sama. Padahal ulama tersebut tidak merasa naik haji. Bukankah itu pertanda dari Allah bahwa justru 'hajinya' diterima. Walaupun haji secara badaniah tak terlaksana.

Karena itu menjadi pertanyaan bagi sebagian orang yang tiap tahun pertgi haji dan umroh. Bukankah haji itu waji sekali saja dalam seumur hidupnya. Bukankah lebih bermanfaat (bagi dirinya) dan juga bagi orang lainkalu biaya itu disumbangkan untuk mengentas kemiskinan. Ibaratnya kalu dia pergi haji berkali-kali maka dia hanya ingin masuk sorga sendirian. Tetapi menjadi drmawan itu sama dengan ingin masuk sorga bersama-sama. Bagaimana pendapat Anda ? 

Sumber http://tiknan.blogspot.com

Mohamed ElBaradei

Mohamed ElBaradei (bahasa Arab: محمد البرادعي) (lahir pada 17 Juni 1942 di Kairo, Mesir) adalah Direktur Jenderal Badan Tenaga Atom Internasional (IAEA) saat ini.
ElBaradei juga adalah anggota Asosiasi Hukum Internasional dan American Society of International Law.
Pada 7 Oktober 2005, Baradei dan IAEA dianugerahi Penghargaan Perdamaian Nobel untuk "usaha-usahanya dalam mencegah energi nuklir dari digunakan untuk tujuan-tujuan militer dan untuk memastikan bahwa energi nuklir untuk tujuan yang damai digunakan dalam cara-cara paling aman."
Ia menikah dengan Aida Elkachef, seorang guru TK di Sekolah Internasional Wina, dan mempunyai dua orang anak, Laila dan Mostafa.

Pendidikan dan karier

  • 1962 - Memperoleh gelar Sarjana Hukum dari Universitas Kairo
  • 1964 - Memulai karier di Kementrian Luar Negeri Mesir
  • 1974 - Memperoleh gelar Doktor dalam Hukum Internasional dari Universitas New York
  • 1980 - Bergabung dengan United Nations Institute for Training and Research sebagai penanggung jawab program Hukum Internasional
  • 1984 - Menjadi anggota senior Sekretariat IAEA
  • 1984-1993 - Penasehat hukum IAEA
  • 1993-1997 - Asisten Direktur Jenderal untuk Hubungan Luar
Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

ElBaradei: Mubarak Tidak Tahu Diri, Tuduh Sengaja Adu Rakyat

REPUBLIKA.CO.ID, KAIRO--Tokoh oposisi Mesir, Mohamed ElBaradei menegaskan masa depan Mesir yang demokratis tidak akan mengancam Israel maupun Amerika Serikat. Hal ini ia sampaikan terkait kekhawatiran dua negara itu bila Presiden Hosni Mubarak tersingkir.

"Ada yang bilang Mesir yang demokratis akan menjadi seteru Israel-AS. Ini tidak akan terjadi," kata ElBaradei, dalam wawancara dengan CBS, Rabu malam.

Ia melanjutkan, oposisi tidak akan pernah berdialog dengan Mubarak, selama penguasa 32 tahun itu masih duduk di kursi presiden. "Karena kalau kita berdialog dengan dia, itu akan melegitimasi rezimnya masih berkuasa, yang menurut saya, rezim ini sudah habis," kata ElBaradei.

"Tapi yang paling penting, kami menilai Presiden Mobarak tidak mengerti apa itu arti demokrasi. Kami merasa dia tidak paham kalau dia harus berhenti," kata ElBaradei lagi.


Tuduh Mubarak Sengaja Adu Rakyat 

KAIRO--MICOM: Tokoh oposisi Mesir Mophammad ElBaradei menuduh Presiden Hosni Mubarak menggunakan "taktik yang menakutkan" dengan mengerahkan pendukungnya untuk berhadapan dengan massa demonstran.

"Ini sangat memprihatinkan. Ini benar-benar bukti bahwa sebuah rezim kriminal tengah menggunakan taktik-taktik kriminal," kata ElBaradei, Rabu (2/2).

"Saya khawatirkan ini akan berubah menjadi pertumpahan darah," tambahnya.

Pernyataan ElBaradei tersebut disampaikan saat massa pro Mubarak bergerak menuju Lapangan Tahrir, tempat sekitar sejuta demonstran berkumpul sejak Selasa lalu. Massa pro Mubarak juga menyerang orang-orang yang ada di Lapangan Tahrir. Bentrokan antara kedua kubu pun tidak dapat dielakkan. Sejumlah orang dilaporkan luka-luka.

Jaringan TV Al Jazeera melaporkan, penyerang yang tertangkap massa didapati memiliki kartu identitas sebagai polisi. Ini menjadi bukti bahwa Mubarak mengerahkan polisi yang berpakaian preman untuk menghadapi massa demonstran. (OL-3

ElBaradei Kembali, Mesir Dibakar Api, Sejumlah Negara Eropa Desak Dimulainya Transisi

TEMPO Interaktif, Setelah bertahun-tahun di luar negeri, kendati terancam kematian, pemenang Nobel asal Mesir Mohamed ElBaradei, Kamis (27/1), nekad kembali ke negaranya untuk bergabung bersama kelompok antiMubarak.

Pria 68 tahun itu kembali dari Vienna, Austria, negeri yang selama ini dia tinggal, guna menentang kepemimpinan Hosni Mubarak yang memimpin Mesir selama 30 tahun. Tak ayal kepulangannya membuat suhu politik Mesir membara.

Kekerasan pecah di Kairo dan Terusan Suez, sebelah timur ibu kota Mesir, serta kota-kota lainnya. Sementara itu, gelombang protes di sebelah utara Sinai tepatnya di kawasan Sheikh Zuweid terjadi peristiwa berdarah. Polisi menyalakkan senjata api untuk membubarkan gelombang unjuk rasa, namun berbuntut tewasnya 17 orang akibat sergapan timah panas.

Perlawanan terhadap Mubarak tak hanya dilakukan di jalanan, tapi juga melalui situs jejaring sosial. Sejumlah situs berisi ajakan demonstrasi besar-besaran, Jumat (28/1), untuk menjatuhkan presiden berusia 82 tahun. Jutaan orang diperkirakan bakal menghadiri salat Jumat bersama di berbagai kota, sekaligus menyiapkan unjuk rasa menentang Mubarak.

"Inilah saatnya memprotes kehidupan di Mesir. Saya sengaja pulang untuk bergabung dengan rakyat Mesir," kata ElBaredei ketika tiba di bandara Kairo yang disambut oleh sejumlah kecil pendukungnya.

AlBaradei menyatakan siap memimpin masa transisi di Mesir jika diminta. Meskipun kedatangannya di Mesir bisa mengancam nyawanya, bekas utusan PBB untuk urusan nuklir, ini tak gentar.

"Saya tak dikawal ketika tiba di Mesir, tetapi, Anda perlu mengerti bahwa Anda harus bersama rakyat Anda," ujar ElBaradei.

Ribuan orang sejak Selasa dan Rabu bentrok dengan petugas keamanan. Mereka menentang kepemimpin Hosni Mubarak yang telah berlangsung 30 tahun. Polisi di Kairo tengah membubarkan kerumunan demonstraan dengan pentungan, gas air mata, dan tembakan senjata api. Akibat kejadian itu menyebabkan sedikitnya empat orang tewas dan lusinan lainnya cedera.( CHOIRUL | AL JAZEERA | CNN  )


Sejumlah Negara Eropa Desak Dimulainya Transisi  


Liputan6.com, London: Para pemimpin lima negara Eropa mendesak pemerintah Mesir untuk melindungi warga negaranya dari kekerasan dan memulai transisi kekuasaan. Para pemimpin Perancis, Inggris, Jerman, Italia, dan Spanyol menyatakan keprihatinan mendalam atas bentrokan di Kairo dalam sebuah pernyataan bersama, Kamis (3/2) siang waktu setempat.

Dalam pernyataan itu, para pemimpin Eropa mengutuk semua orang yang menggunakan atau mendorong kekerasan yang hanya akan memperburuk krisis politik Mesir. "Hanya dengan transisi yang cepat dan teratur, Mesir dapat bertahan dalam menghadapi masalah ini. Proses transisi harus dimulai sekarang," kata pernyataan itu.

Sementara itu, Rusia justru menyatakan tidak akan ikut memberikan tekanan eksternal. Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov, mengatakan," Mesir sebagai mitra strategis Rusia. Selain itu, kedudukan Mesir juga sangat penting di Timor Tengah,  sebagai negara kunci di kawasan itu.

"Itulah sebabnya kita terpaksu harus bersikap "diam" terhadap apa yang terjadi di sana, biarkan Mesir yang mengatasi masalahnya sendiri. Mesir adalah negara yang stabil, makmur, dan demokratis. Kami berpikir tidak pantas memberikan ultimatum terhadap Mesir dalam menyelesaikan masalah internal negaranya," kata Lavrov. (Xinhua/NHK)


Kantor Partai Berkuasa Dibakar, Tokoh Pro Ditangkap

VIVAnews - Mesir kembali dilanda gelombang demonstrasi besar di penjuru negeri. Namun, gelombang demonstrasi ini berujung pada kerusuhan dahsyat.

Stasiun televisi Al Jazeera mengungkapkan bahwa situasi mencekam terus berlangsung sejak siang hingga malam hari waktu setempat (Jumat tengah malam WIB). Di ibukota Mesir, Kairo, bunyi tembakan dan teriakan massa terdengar dan suasana kian ricuh setelah sempat tenang selama sholat magrib.
Bahkan, kantor pusat Partai Demokratik Nasional (NDP), partai yang berkuasa di Mesir, dibakar massa pada malam hari. Massa yang mengamuk juga membakar sebuah bus polisi.

Menurut laman Times of India, kantor Partai NDP di sejumlah kota juga dibakar maupun diserang massa. 

Kerusuhan juga melanda Kota Alexandria dan Suez. Massa berjibaku dengan polisi keamanan. Di Suez, tampak sebuah bus aparat keamanan dibakar massa.

Stasiun televisi pemerintah mengungkapkan bahwa pemerintah telah menerapkan jam malam dari pukul 18 hingga pukul 7 pagi. Namun hingga Jumat malam, pihak keamanan susah payah menghentikan aksi anarkis massa.

Massa terus meneriakkan agar rezim Presiden Hosni Mubarak, yang telah berkuasa selama 30 tahun, agar segera turun dari kekuasaan. 

Tokoh pro-demokrasi Mesir, Mohamed ElBaradei, dikabarkan ditangkap di tengah demonstrasi besar-besaran menuntut Presiden Hosni Mubarak turun di Kairo, Jumat 28 Januari 2011. Pemerintah sebelumnya juga memutus sambungan internet dan telekomunikasi untuk mengantisipasi demonstrasi baru. Namun demonstrasi tidak terbendung.

Tokoh Pro-Demokrasi Mesir Ditangkap
VIVAnews - Tokoh pro-demokrasi Mesir, Mohamed ElBaradei, dikabarkan ditangkap di tengah demonstrasi besar-besaran menuntut Presiden Hosni Mubarak turun di Kairo, Jumat 28 Januari 2011.

Puluhan ribu massa tumpah di ibukota Mesir itu, usai salat Jumat. Massa ElBaradai yang berjanji akan menggelar demonstrasi damai dihajar pasukan keamanan dengan lemparan gas air mata dan tembakan peluru karet.

Laporan televisi Al Jazeera, seperti dikutip dari Arab Monitor, ratusan orang ditangkap dalam demonstrasi itu, termasuk tokoh-tokoh terkemuka Ihwanul Muslimin. Demonstrasi memuncak saat Elbaradei turut diamankan polisi.

Seperti dilansir dari laman Associated Press, pasukan keamanan juga memukuli para demonstran yang mendekat dengan tongkat. Demonstran juga harus berjuang menahan kencangnya semprotan meriam air.

Pasukan antiteror berpakaian tempur lengkap, dengan helm dan tameng, disiagakan di seluruh kota, termasuk di jembatan di atas sungai Nil dan persimpangan-persimpangan rawan lainnya.

Pasukan ini, dilansir dari laman CNN, sudah diturunkan di Kairo sebelum salat Jumat. Namun mereka sempat mengosongkan jalanan selama beberapa saat, sebelum akhirnya membentuk formasi.

Untuk mengatasi mobilisasi massa, pemerintah juga memblokir akses menuju jejaring sosial seperti Facebook dan Twitter. Dua media sosial ini dianggap sebagai salah satu cara demonstran dalam mengumpulkan massa.

Demonstrasi besar yang berlangsung hari ini diperkirakan terbesar kedua di Mesir setelah 25 Januari lalu. Ditambah lagi dengan kepulangan Mohamed ElBaradei ke Kairo dan dukungan dari kelompok Ikhwanul Muslimin. Mereka bersama berdemonstrasi menuntut mengakhiri rezim Presiden Hosni Mubarak yang telah 30 tahun berkuasa.

ElBaradei merupakan tokoh populer di Mesir karena dikenal sebagai peraih Nobel Perdamaian dan beroposisi dengan pemerintahan Mubarak. Sedangkan Ikhwanul Muslimin dikenal sebagai musuh nomor satu pemerintah, sehingga dinyatakan sebagai kelompok terlarang. (hs)

• VIVAnews 

Unsur-unsur dalam Seni Rupa

Bagi sekelompok orang yang memandang sesuatu secara holistik mungkin tidak akan tertarik pada pembahasan tentang unsur, oleh karena unsur merupakan bagian terkecil dari sesuatu yang membentuk kesatuan sistem. Bagi kelompok ini akan lebih tertarik pada prinsip-prinsipnya, apakah  karya seni rupa itu  secara keseluruhan enak di lihat atau tidak. Namun bagi kelompok atau orang yang berfikiran prakmatis, formal, atau struktural akan mengatakan enak tidaknya suatu karya Seni Rupa itu dinikmati adalah adanya unsur-unsur yang membentuknya.
Untuk kepentingan analisis atau kritik seni pembahasan unsur Seni Rupa atau lebih lazim disebut sebagai Unsur Rupa atau Unsur Desain memang perlu dilakukan beberapa sumber, terkadang menyebut unsur rupa berbeda, akan tetapi dapat ditarik kesimpulan pada dasarnya unsur rupa adalah Garis, Raut, Warna, Tekstur, Ruang dan Gelap Terang.

A. GARIS
Garis merupakan unsur yang paling elementer di bidang Seni Rupa. Dengan hanya meletakkan posisi mata pensil di atas kertas dan selanjutnya digerakkan, maka jejak mata pensil itu akan menghasilkan garis. Oleh karenanya ada yang menyatakan bahwa garis adalah hubungan dua buah titik atau jejak titik-titik yang bersambungan atau berdempetan. Oleh karena itu garis dapat muncul secara rapi atau dapat juga muncul bergigi,  bintik-bintik dan sebagainya, arah garis dapat menimbulkan garis lurus, garis lengkung, garis zig-zag. dan garis dapat berposisi tegak, datar, dan melintang.

B. RAUT 
Raut adalah tampang, potongan, bentuk suatu objek. Raut dapat terbentuk dari unsur garis yang melingkup dengan keluasan tertentu sehingga membentuk bidang. Raut juga berarti perwujudan atau perawakan dari suatu objek, dalam hal ini raut berarti bangun, atau dalam pengertian lain raut sering dipahami atau dikenal sebagai bentuk atau bidang. Penampilan raut dapat berujud sebagai (1) Raut Geometris, seperti segi tiga, segi empat, lingkaran. (2) Raut Organik atau Biomorfis seperti raut yang terbentuk dari lengkungan-lengkungan bebas. (3) Raut Bersudut berarti raut yang terbentuk dengan banyak sudut atau berkontur garis zig-zag. (4) Raut Tak Beraturan, adalah jenis raut yang terbentuk secara kebetulan seperti tumpahan cat atau semburan cat dan sebagainya.
C. WARNA
Warna merupakan unsur rupa yang memberikan nusansa bagi terciptanya karya seni, dengan warna dapat ditampilkan karya seni rupa yang menarik dan menyenangkan. Melalui berbagai kajian dan eksperimen, jenis warna diklasifikasi ke dalam jenis Warna Primer, Warna Sekunder, Warna Tersier.
Warna Primer adalah warna yang tidak diperoleh dari pencampuran warna lain, warna pokok atau dengan kata lain warna yang terbebas dari unsur warna-warna lain. seperti ( merah, kuning, biru ).
Warna Sekunder adalah merupakan pencampuran dari dua warna Primer. misalnya warna biru campur warna kuning jadi warna hijau, warna biru campur warna merah jadi warna ungu atau violet, warna merah campur warna kuning jadi warna orange.
Warna Tersier Adalah pencampuran dari dua warna sekunder.

D. TEKSTURE
Tekstur adalah sifat atau kualitas nilai raba dari suatu permukaan, oleh karena itu tekstur bisa halus, licin, kasar, berkerut, dan sebagainya. Dalam tekstur visual boleh jadi kesan yang di tangkap oleh mata itu kasar akan tetapi sesungguhnya halus atau sebaliknya. Kita dapat menentukan halus kasarnya suatu permukaan juga dapat merasakan kualitas permukaan antara kertas, kain, kaca, batu, kayu. Sedangkan pada tektur semu kesan yang di tangkap oleh mata tidak sama dengan kesan yang di tangkap oleh perabaan. 

E. RUANG
Dalam bidang seni rupa, unsur ruang adalah unsur yang menunjukkan kesan keluasan, kedalaman, cekungan, jauh dan dekat. Dua bidang yang sama jenisnya misalnya lingkaran, akan memberikan kesan yang berbeda jika ukuran ke dua lingkaran itu berbeda. Lingkaran besar akan memberi kesan luas sedangkan lingkaran kecil akan memberi kesan sempit. Jika ke dua lingkaran itu berimpit akan memberi kesan dekat akan tetapi jika diatur berjarak akan memberi kesan ruang yang jauh.

F. GELAP TERANG
Gelap terang berkaitan dengan cahaya, artinya bidang gelap berarti tidak kena cahaya dan yang terang adalah yang kena cahaya. Goresan pensil yang keras dan tebal akan memberi kesan gelap sementara goresan pensil yang ringan-ringan akan memberi kesan lebih terang. Gelap terang dalam gambar dapat dicapai melalui teknik arsir yaitu teknik mengatur jarak atau tingkat kerapatan suatu garis atau titik, semakin rapat akan menghasilkan kesan semakin gelap demikian sebaliknya.

Sumber : http://www.blogster.com/