Keteranga
  • This is Slide 1 Title

    This is slide 1 description. Go to Edit HTML and replace these sentences with your own words. This is a Blogger template by Lasantha - PremiumBloggerTemplates.com...

  • This is Slide 2 Title

    This is slide 2 description. Go to Edit HTML and replace these sentences with your own words. This is a Blogger template by Lasantha - PremiumBloggerTemplates.com...

  • This is Slide 3 Title

    This is slide 3 description. Go to Edit HTML and replace these sentences with your own words. This is a Blogger template by Lasantha - PremiumBloggerTemplates.com...

25/02/11

Tjipta Kecam Intervensi Menpora, Menpora Siap Hadapi Somasi Nurdin


Arya Perdhana - detiksport

Jakarta - Komite Banding Pemilihan Exco, Wakil Ketua dan Ketua Umum PSSI 2011-2015 mengaku banyak mendapat tekanan. Salah satunya, dari Menpora Andi Mallarangeng.

Hal tersebut diungkapkan oleh Ketua Komite Banding, Tjipta Lesmana, dalam konferensi pers di Hotel Santika, Petamburan, Jakarta Pusat, Jumat (25/2/2011) sore WIB.

Tjipta mengaku bahwa pihaknya menerima banyak sekali tekanan, ancaman dan intimidasi dari pihak luar. Yang disebut sebagai salah satu pihak yang memberi tekanan adalah Menpora.

"Kami memperhatikan campur tangan Pemerintah melalui Menpora Andi Mallarangeng. Kami menilai itu campur tangan," kata Tjipta di hadapan wartawan.

Menanggapi proses pemilihan Ketua Umum PSSI, Menpora memang beberapa kali mengeluarkan pernyataan yang cukup keras. Menpora mendesak PSSI menerima koreksi yang diajukan Pemerintah dan mengancam apabila tidak dilaksanakan, akan ada sanksi yang dijatuhkan.

"Pada 21 Februari, Pemerintah dan KON/KOI mendesak Komite Banding mengoreksi keputusan. Kami sayangkan pernyataan ini, itu fait accompli," cetus Tjipta yang juga seorang Guru Besar di Universitas Indonesia itu.

"(Pernyataan) Harus mengoreksi ini, seolah-olah tidak percaya pada integritas (anggota) Komite Banding. Itu intervensi yang blak-blakan," tandas Tjipta. ( arp / arp )



Menpora Siap Hadapi Somasi Nurdin 

Gede Suardana - detiksport

Nusa Dua - Ancaman Nurdin Halid untuk melakukan somasi ditanggapi serius oleh Menpora Andi Mallarangeng. Ia pun siap menghadapi somasi dari Nurdin tersebut.

"Kalau ada somasi dari pihak lain yang keberatan dengan kebijakan pemerintah yang silahkan saja. Itu hak mereka," kata Andi di sela-sela acara Council Executive Committee Meeting di Hotel Nusa Dua Beach, Nusa Dua, Jumat (25/2/2011).

Andi mengatakan pemerintah memiliki kewenangan mengatur PSSI jika tidak sejalan lagi. Pemerintah memiliki kewajiban untuk membina dan mengawasi PSSI.

"Pemerintah mempunyai kewenangan terhadap PSSI. Karena PSSI milik Indonesia maka harus untuk dengan peraturan Indonesia," katanya.

Terkait tanggapan atas somasi yang akan dilayangkan Nurdin kepada dirinya, Andi mengatakan belum memberita tanggapan.

"Pemerintah lagi menunggu jawaban atas peringatan yang diberikan kepada PSSI," ujarnya.( gds / rin )

sumber: http://www.detiksport.com

Miing: Dipenuhi Orang Parpol, PSSI Tidak Beres

Adi Nugroho - detiksport

Jakarta - Dalam tubuh PSSI terdapat banyak tokoh partai politik. Faktor tersebut dinilai telah menyebabkan jalannya organisasi sepakbola tertinggi di Indonesia itu tidak beres.

"Apabila organisasi olahraga, jangankan oleh orang partai, oleh suasana politik, udah enggak bakal beres, sebab ada kepentingan di situ. Apalagi ada orang partai yang numpuk di sana," ujar Anggota Komisi X DPR, Dedi Gumelar, dalam diskusi bertajuk 'Beranikah FIFA Menghukum Indonesia?' di Resto Sindang Jl Wijaya, Jakarta Selatan, Jumat (25/02/11).

Menurut pria yang akrab disapa Miing ini, terlalu banyaknya politisi di organisasi olahraga seperti PSSI akan memperburuk suasana. Jika mereka tengah bertengkar, bukan kepentingan bangsa dan negara yang dibela, tetapi kepentingan kelompok.

"Kalau mereka yang bertengkar, itu tidak lagi bicara tentang merah putih tapi kepentingan politik dan bisnis pundi-pundi itu," imbuhnya.

Dan tak jarang, jika tengah berprestasi, maka para politisi akan saling klaim. "Bahkan Nurdin pernah mengatakan di luar negeri bahwa kemenangan timnas adalah hasil kader Golkar. Ini apa maksudnya?," tanya Miing heran.

Namun, ketika ditanya apakah demonstrasi menentang Nurdin Halid akhir-akhir ini akan merusak citra Partai Golkar tempat Nurdin bernaung, Miing menjawab hal tersebut tidak berkorelasi.

"Enggak, saya kira itu tidak berhubungan dengan kepartaiannya," jawab kader PDIP ini.

Miing pun berharap agar masyarakat tidak hanya menyalahkan Nurdin atas buruknya prestasi sepakola Indonesia. Ia juga menuntut pertanggungjawaban pengurus provinsi (Pengprov) PSSI yang turut mendukung Nurdin.

"Yang juga mesti diminta pertanggungjawabannya adalah Pengprov. Mereka yang menentukan duduk berdirinya Nurdin. Selama ini mereka hanya memegang suara saja tetapi tidak pernah melakukan pembinaan sepakbola di daerahnya," ujar Miing.
( adi / a2s )

sumber: http://www.detiksport.com/

Putusan Komding Tampar PSSI


Putusan Itu Sama Halnya Menilai Proses Pemilihan Yang Ada Saat Ini Salah.

Laporan Fahri Rayyana dari Surabaya

Keputusan Komisi Banding (Komding) Pemilihan Ketua Umum PSSI dinilai kubu Arifin Panigoro (AP) dan George Toisutta (GT) menampar muka PSSI.

Menurut Saleh Ismail Mukadar, secara tak langsung putusan tersebut menegaskan semua proses pemilihan yang dilakukan PSSI saat ini salah karena tak mengikuti rule yang ada. Baik FIFA maupun aturan main yang berlaku di Republik ini.

"Putusan itu sama halnya tak mengakui segala proses pemilihan saat ini. Semua kembali ke titik nol," terangnya.

Saleh kemudian merujuk pada putusan Komding yang menganulir hasil putusan komisi pemilihan. "Proses pembentukannya (KP) saja sudah salahi aturan, bagaimana mau hasilkan putusan yang benar," tukasnya.

Penganulir tersebut, lanjut Saleh, membuat pihaknya tak terlalu mempersoalkan penolakan komding atas banding yang diajukan AP dan GT.

"Kalau diterima malah salah. Putusan KP saja tidak diakui," ujarnya.

Yang jelas, tambah Saleh, putusan Komding ini harus dikawal bersama sama. Artinya, semua proses diulang dari awal. KP sesuai FIFA Electoral Code dibentuk minimal enam bulan sebelum Kongres. Anggota yang dipilih pun harus benar benar independen. 

"Nggak kayak sekarang, bau Nurdin semua," sindirnya.

Bagaimana bila PSSI mengabaikan putusan tersebut dengan langsung memasuki tahap kongres? "Kita akan lawan lebih keras dari sekarang. Sepakbola negeri ini harus dihindarkan dari godaan para penjahat sepakbola yang terkutuk," tegasnya.

Komding memang merilis tiga putusan. Pertama, menolak banding kubu AP dan GT. Kedua, menganulir semua keputusan Komisi Pemilihan. Ketiga, mengembalikan semua pada PSSI. (gk-31) 

http://www.goal.com/

Jelang Kongres PSSI 2011 Pemerintah Didesak Bekukan PSSI


 MATARAM--MICOM: Pengurus Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia Nusa Tenggara Barat mendukung langkah pemerintah yang akanmembekukan kepengurusan di tingkat pusat, jika Nurdin Halid tetap keras kepala tidak mau mengundurkan diri.
"Kami dukung pusat untuk mengintervensi penyelesaian polemik PSSI, kami juga dukung jika PSSI pusat dibekukan," kata Ketua Umum Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) Nusa Tenggara Barat (NTB) H. Muhammad Lutfi, kepada wartawan di Mataram, Jumat (25/2) petang.
Lutfi mengatakan, PSSI NTB berharap pemerintah yakni Kementerian Negara Pemuda dan Olahraga terus terlibat aktif dalam penyelesaian polemik di tubuh PSSI yang akan menggelar Kongres di Bali, Maret mendatang. Karena itu, PSSI NTB mendukung langkah Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Andi Malarangeng untuk bertindak tegas, karena Ketua Umum PSSI Nurdin Halid, mengabaikan koreksi pemerintah.
Salah satu koreksi yang menjadi perhatian yakni proses verifikasi Komite Pemilihan PSSI yang tidak meloloskan George Toisutta dan Arifin Panigoro sebagai bakal calon Ketua Umum PSSI periode 2011-2015. Namun, Komite Pemilihan PSSI tetap pada pendiriannya yakni hanya mengakomodasi dua nama yakni Nurdin Halid dan Nirwan Bakrie, sebagai kandidat  Ketua Umum PSSI periode empat tahun mendatang.
Pengurus PSSI NTB juga menyarankan Menegpora dan rakyat Indonesia tidak perlu takut sanksi dari FIFA jika proses seleksi Ketua Umum PSSI relatif menyalahi aturan. "Tidak usah takut sanksi FIFA, kami yakin FIFA akan kembali mendukung pemerintah dan rakyat Indonesia yang menghendaki kemajuan sepak bola di Tanah Air. Ada banyak contoh dimasa lalu, negara-negara yang sempat diberi sanksi oleh FIFA seperti Australia, Nigeria, dan Malaysia, yang akhirnya maju sepak bola di negara itu," ujar Lutfi.
Wakil Bupati Lombok Timur itu akan menyurati Menegpora guna memberi tahu sikap PSSI NTB yang mendukung penyelesaian polemik PSSI itu. Pengurus PSSI NTB juga sempat menyurati PSSI pusat agar mengakomodasi dua nama yang dijagal Komite Pemilihan PSSI yakni George Toisutta dan Arifin Panigoro.  "Bahkan, kami mengutus orang untuk menyampaikan secara langsung kepada pengurus PSSI pusat," ujarnya.
Lutfi dan pengurus PSSI NTB lainnya menghendaki Nurdin Halid legowo untuk meninggalkan kursi Ketua Umum PSSI karena selain terlalu lama memimpin, juga tidak lagi dikehendaki masyarakat pencinta bola di Tanah Air.
"PSSI butuh darah segar dalam kepengurusan di tingkat pusat, jangan biarkan organisasi PSSI terus carur-marut karena sangat berdampak pada perkembangan sepak bola di Tanah Air," ujarnya. (Ant/OL-2)
 SUMBER: http://www.mediaindonesia.com/

Keputusan Komite Banding Dipengaruhi Ancaman, Pengamat Sayangkan Keputusan Komite Banding PSSI


JAKARTA, KOMPAS.com - Keputusan Komite Banding ternyata tidak terlepas dari intimidasi dari pihak-pihak luar selama memeriksa berkas-berkas banding atas keputusan Komite Pemilihan Eksekutif PSSI periode 2011-2015.

Sebagaimana diberitakan, Komite Banding tidak meloloskan banding dua bakal calon Ketua Umum dan Wakil Ketua Umum Arifin Panigoro dan George Toisutta. Mereka pun menolak banding dua bakal calon anggota Komite Eksekutif yakni Sihar Sitorus dan Tuti Dau. Selain itu, Komite Banding beranggotakan Ketua Tjipta Lesmana, Wakil Gayus Lumbuun serta anggota Alfred Simanjuntak dan anggota pengganti Max Boboy serta Triandi Mulkan memutuskan menolak hasil verifikasi Komite Pemilihan dan menyerahkannya kepada PSSI.

Tjipta Lesmana mengatakan, selama bekerja mengaku mendapat cukup banyak tekanan. Salah satu tekanan yang dimaksud Tjipta adalah tekanan dari pemerintah yang meminta Komite Banding mengoreksi keputusan Komite Pemilihan.

"Andaikata kami diberikan kebebasan suasana kondusif, kami bisa memutuskan. Keras sekali ancaman-ancaman dari berbagai pihak tetapi tidak kami layani. Kami tidak mau didikte. Jadi, inilah yang keputusan yang diambil," kata Tjipta dalam jumpa pers di Hotel Santika, Jumat (25/2/11). "Kami juga mengetahui campur tangan pemerintah pada 21 Februari. Pemerintah meminta Komite Pemilihan segera memeriksa keputusannya. Tadi pagi juga mengancam PSSI agar mengabulkan banding agar kongres PSSI lancar. Ini adalah tekanan," tegasnya.
Dikatakan Tjipta, keputusan Komite Banding bukanlah keputusan politis. "Keputusannya seperti ini karena banyak tekanan dan intimidasi dari berbagai pihak. Kami mengambil keputusan ini karena melihat suasana tidak lagi kondusif. Kami juga harus melihat lingkungan. Tetapi ini bukan berarti keputusannya bersifat politis," tegas Tjipta.

###

Pengamat Sayangkan Keputusan Komite Banding PSSI

Penulis : Asni Harismi
JAKARTA--MICOM: Pengamat olahraga Fritz E Simandjuntak menilai Komite Banding justru tidak melakukan kerja apa-apa dengan menyerahkan kembali kepada PSSI.

''Konsiderans dari keputusan tersebut apa sebenarnya? Lha kok dikaitkan dengan tekanan, intimidasi, sampai campur tangan pemerintah. Kalau memang tidak tunduk pada tekanan, buat dong keputusan. Tolak atau terima pencalonan George (Toisutta),'' ujar Fritz.

Yang harus dilakukan sekarang, menurut Fritz, adalah menekan pada share holder (pemilik suara) yang akan berkongres nanti. Sebab ini mirip Mei 1998 ketika rakyat meminta kepemimpinan nasional turun, tapi Ketua MPR Harmoko masih berkeras meminta hal itu berlanjut.

''Para share holder harus peka terhadap suara masyarakat sepak bola nasional. Mereka tidak lagi menghendaki Nurdin, ya harus didengar,'' tegas Fritz. (OL-12)


24/02/11

Muhtadi: Golkar & PKS Makin Nakal


Jakarta - Dalam barisan koalisi partai pendukung pemerintah, Golkar dan PKS beberapa kali bermanuver sehingga dicap sebagai anak nakal. Ketika 'membangkang' dalam angket mafia pajak, daftar kenakalan dua partai ini semakin panjang.

"Track record 'pembangkangan' Golkar dan PKS yang dicap sebagai anak nakal semakin panjang. Misalnya saja soal gubernur Yogya dan Century. Statemen Saan Mustopa dan Anas Urbaningrum sangat terang benderang kekecewaannya pada kedua partai ini," ujar pengamat politik Burhanuddin Muhtadi.

Berikut ini wawancara detikcom dengan Manager Public Affairs Lembaga Survei Indonesia (LSI) ini, Rabu (23/2/2011):

Gerindra bergabung dengan barisan Setgab yang menolak angket mafia pajak, indikasi apa?

Gerindra berpikir jangka panjang dengan mendukung Demokrat dalam menjegal rencana angket pajak. Jangka panjang ini merupakan kepentingan Gerindra untuk menarik hati SBY yang di Pemilu 2014 tidak bisa mencalonkan lagi jadi presiden karena kendala konstitusi.

Sejauh ini belum ada kader internal Demokrat yang akan diputuskan dari capres. Dukungan Gerindara untuk menjegal angket pajak merupakan bagian investasi politik Gerindra untuk dapat dukungan SBY dan Demokrat di 2014. Sebab jika mengusung Prabowo sebagai capres tidak bisa andalkan dari Gerindra saja karena tidak sebesar Demokrat.

Di 2014 memang Prabowo belum tentu akan didukung, tetapi setidaknya Prabowo dan Gerindra menunjukkan satu bukti kepada pemilih Demokrat dan fans atau pendukung SBY bahwa Gerindra memberikan jasa. Kalau toh nanti di 2014 Prabowo belum tentu didukung, setidaknya merasa sebagai dewa penyelamat.

Jadi yang dilakukan oleh Gerindra kemarin adalah untuk mengambil dua level. Pertama level elite yakni SBY dan Partai Demokrat. Kedua, level massa yang merupakan pemilih dan pendukung Demokrat.

Bukankah 2014 masih jauh?


Tapi akan termemori. Karena pihak Prabowo sudah melihat kompetitornya adalah Aburizal Bakrie di 2014. Kalau saat angket mafia pajak kemarin Gerindra mendukung Golkar maka sama saja memberikan tiket gratis ke Ical. Daripada apa yang dilakukan Gerindra dimanfatkan Ical, lebih baik melalukan manuver akrobatik.

Mengapa tidak sejak awal Gerindra mengambil sikap menolak?

Sebenarnya dari awal Gerindra juga tidak terlalu aktif dalam mengusulkan. Dia lebih banyak wait and see situasi politik. Ketika ada celah, maka dia ambil momentum. 2-3 Hari sebelum sidang paripurna mulai terindikasi hal ini. Arah Gerindra akan menolak muncul karena pernyataan Prabowo tidak ingin menari dengan genderang pihak lain.

PDIP, Golkar dan PKS kompak di angket mafia pajak, indikasi apa?

Sebelumnya satu suara juga pernah, yakni waktu Century. Yang layak dicurigai adalah ketidakhadiran 10 orang dari PDIP saat paripurna. Ada yang menduga jangan-jangan ini sengaja didesain karena mengikuti fatwa Taufiq Kiemas ( Ketua Dewan Pertimbangan Pusat PDIP).

Kalau 10 orang ini hadir, maka yang menang adalah Golkar, angket mafia pajak tidak akan kandas. Jika ini desain, maka PDIP ingin bermain dua kaki. Jadi di satu sisi, PDIP bisa klaim kepada Demokrat bahwa kemenangan Demokrat dalam menjegal selain faktor Gerindra yang juga menolak, juga faktor 10 orang PDIP yang tidak datang. Nah, kalau kubu Golkar yang menang, maka PDIP bisa mengklaim bahwa 84 orang PDIP yang mendukung kemenangan.

Apa yang dilakukan kedua partai ini mencoreng wajah SBY?

Jelas pembangkangan itu mencoreng muka SBY dan membuktikan Setgab gagal total. Koalisi tambun yang ada hanya pepesan kosong. Ungkapan ini pas sekarang. 6 Partai pendukung pemerintah yang di atas kertas memiliki kekuatan 75,5 persen di DPR malah sering kali ribut. Ibaratnya, dalam suatu perkawinan ada yang mengumbar aib rumah tangga sendiri.

Maka itu, sudah saatnya koalisi ini dikelola ulang. Perlu bongkar pasang untuk mencari formula koalisi yang solid walupun kekuatannya tidak sebesar sebelumnya. Saya rasa 60 persen masih aman.

Apa sebaiknya yang berseberangan ini keluar dari koalisi dan membentuk oposisi?


Hitung-hitungannya, kembali kepada SBY sebagai pemilik hak prerogratif. Track record 'pembangkangan' SBY dan PKS yang dicap sebagai anak nakal semakin panjang. Misalnya saja soal gubernur Yogya dan Century. Statemen Saan Mustopa dan Anas Urbaningrum sangat terang benderang kekecewaannya pada kedua partai ini.

Kalau sudah sangat kecewa, potensi dibuangnya Golkar atau PKS besar kemungkinannya. Karena kekuatan kursi PKS di DPR yang tidak sebesar Golkar, apalagi menteri untuk PKS ada 4 orang, dan ini lebih banyak daripada Golkar, ini membuatnya jadi anak nakal di koalisi. SBY tentu berhitung panjang.

Posisi Golkar dan PKS ditentukan seberapa SBY bisa melunakkan hati PDIP. Kalau PDIP bisa ditarik ke gerbong koalisi, kemungkinan Golkar dan PKS untuk direshuffle besar. Kalau keduanya didepak, risiko bagi Setgab terlalu besar. Karena itu saya rasa kalau mau mengeluarkan salah satu, kemungkinan besar PKS yang potensial diikhlaskan untuk diceraikan.

Kalau Golkar dan PKS masuk dalam rombongan oposisi dengan asumsi Gerindra juga masuk oposisi maka perbandingan oposisi dan pemerintah menjadi 49:51. Nanti legislatif jadi terlalu kuat. Demokrat pasti tengah sibuk mengkalkulasi agar Setgab Partai Koalisi tetap aman.

Gerindra bisa menggantikan PKS di koalisi?


Gerindra itu 5 persen sedangkan PKS 10 persen. Kalau dua-duanya (Golkar dan PKS dibuang), lalu digantikan Gerindra, ini terlalu riskan. Ini harus diperhitungkan dengan matang, dicari formula yang lebih baik, yang tidak riskan, yang menjamin solidas dan loyalitas kebijakan pemerintah. (vit/nrl)

Iran Puji Perlawanan Korut Atas Tekanan AS

 
Teheran - Pemerintah Iran memuji pemerintah Korea Utara (Korut) atas "perlawanan terhadap tekanan-tekanan Amerika Serikat."

Hal itu disampaikan Menteri Luar Negeri (Menlu) Iran Ali Akbar Salehi saat pertemuan dengan Wakil Menlu Korut Pak Kil Yon di Teheran, Iran.

"Saat ini, sekutu-sekutu AS di wilayah ini ambruk dan negara-negara mencoba menjaga jarak dari AS," ujar Salehi seperti dikutip kantor berita resmi Iran, IRNA dan dilansir Press TV, Kamis (24/2/2011).

Hal itu disampaikan Salehi di tengah maraknya aksi-aksi demo menentang rezim-rezim di Timur Tengah dan Afrika Utara.

Pak berada di Teheran untuk lawatan kenegaraan. Dalam kunjungan itu, Pak juga telah bertemu dengan Wakil Presiden Iran Mohammad Reza Rahimi. Pak meminta peningkatan hubungan bilateral antara Korut dan Iran, khususnya di bidang kerja sama ekonomi.

Dalam pertemuan dengan Rahimi, Pak mengatakan, Teheran dan Pyongyang berada di kubu yang sama dalam perang mereka melawan "negara-negara kuat yang arogan. Sedangkan Rahimi menuturkan, hubungan Teheran dan Pyongyang yang lebih kuat bagaikan "duri di mata negara-negara kuat dan arogan di dunia."

(ita/nrl)

22/02/11

Pesawat Tempur Bombardir Pendemo Khadafi

Nurul Hidayati - detikNews

Tripoli - Tak cuma masyarakat internasional, para anak buah Khadafi pun mengecam kekerasan yang dilakukan bosnya itu. Maklum, rezim Khadafi memberangus pendemo dengan mengerahkan pesawat tempur.

Kebijakan yang menewaskan ratusan warga Libya inilah yang membuat para diplomat Libya di luar negeri, termasuk Dubes Libya di Jakarta, menarik dukungan pada Khadafi alias mundur.

Para saksi mata di Tripoli kepada TV Al Jazeera, Selasa (22/2/2011) menyatakan, jet tempur membombardir kota dalam serangan terbaru. Mereka menyebut "tentara bayaran" menembaki warga sipil.

Warga di kawasan Tajura, timur Tripoli, menceritakan, jenazah masih bergelimpangan di jalanan akibat kekerasan yang terjadi hari sebelumnya. "Sedikitnya 61 orang tewas di ibukota pada hari Senin," kata sejumlah saksi.

Protes di negara kaya minyak di Afrika Utara menentang kekuasan Khadafi selama 41 tahun itu, mulai terjadi pada 14 Februari, namun menemukan momentum setelah pemerintah memberangus secara brutal aksi demo "Hari Kemarahan" pada 17 Februari.

Para pendemo menyatakan, mereka telah menguasai sejumlah kota penting termasuk Benghazi, yang berhari-hari terjadi bentrokan berdarah antara pendemo dan aparat pemerintah. Benghazi merupakan kota kedua di Libya setelah Tripoli.

Dalam aksi hari Senin (21/2), pemerintah Libya mencoba menghalangi pawai pendemo dengan mengerahkan jet tempur dan peluru tajam.

"Apa yang kami saksikan hari ini sungguh tak terbayangkan. Pesawat tempur dan helikopter tanpa pandang bulu memborbardir satu area ke area lainnya. Banyak, banyak yang tewas," kata saksi Adel Mohamed Saleh dalam siaran langsung.

"Mereka yang bergerak, meskipun di dalam mobil, mereka (aparat) akan memukul kamu," ujarnya.

Ali al-Essawi, yang mundur sebagai Dubes Libya di India, kepada Al Jazeera hari ini juga menyatakan pesawat tempur digunakan untuk membom pengunjuk rasa.

Dia menuturkan, peluru tajam ditembakkan pada pendemo dan orang asing disewa (tentara bayaran) untuk berjuang atas nama pemerintah.   Essawi menyebut kekerasan itu sebagai "pembantaian" dan menyerukan PBB memblokade angkasa Libya untuk melindungi rakyat.

Sementara itu, perintah agar menembaki rakyat dengan jet tempur membuat dua pilot Mirage F1 kabur ke Malta. Mereka menolak menembaki teman-teman mereka sendiri. Salah satu dari pilot itu meminta suaka politik di negeri pulau di Mediteria ini.

(nrl/nvt|http://www.detiknews.com/)

 

Dubes Libya untuk Australia Membelot

SYDNEY, KOMPAS.com — Kedutaan Libya di Australia, Selasa (22/2/2011), dilaporkan telah memutus hubungan dengan Moammar Khadafy. Kantor kedutaan itu bergabung dengan rangkaian pembelotan warga Libya di seluruh dunia setelah rezim Khadafy melancarkan aksi brutal terhadap para demonstran.

Duta Besar Libya di Canberra Musbah Allafi bertemu dengan para pejabat pemerintah Australia, Selasa pagi, kata surat kabar The Australian. Para pejabat kedutaan itu tidak bisa dihubungi, tetapi konselor misi budaya Omran Zwed mengatakan kepada harian itu, "Kami mewakili orang-orang Libya dan bukan lagi (mewakili) rezim Libya."

Duta Besar Libya untuk India, Selasa, kepada AFP mengatakan bahwa ia telah mundur dari jabatan itu terkait dengan kekerasan yang masih dan tidak bisa diterima terhadap warga sipil di Libya, sementara staf kedutaan Libya di Malaysia mengecam "pembantaian" terhadap demonstran anti-pemerintah. Senin, para diplomat Libya di PBB juga mengutuk Khadafy sebagai seorang "tiran" dan menuduhnya melakukan "genosida" saat mereka mendesak dia untuk mundur atau dipaksa keluar dari kekuasaan.
Perwakilan tetap Libya untuk Liga Arab, Abdel Moneim al-Honi, Minggu, juga mundur dari posisinya demi "bergabung dengan revolusi" yang berlangsung di negaranya.

Perkembangan dari Australia itu terjadi saat Negara Kanguru itu dan Selandia Baru menaikkan level peringatan perjalanannya setelah demonstran prodemokrasi menyerbu beberapa kota di Libya. Australia menaikkan peringatan menjadi "tidak melakukan perjalanan", level tertinggi, dan sedang menyelidiki pilihan untuk evakuasi sekitar 80 warga Australia setelah laporan tentang penembakan oleh pesawat tempur terhadap para demonstran. "Kami sangat mengutuk kekerasan yang orang-orang telah lihat di layar televisi mereka," kata Perdana Menteri Australia Julia Gillard kepada wartawan. Ia mengatakan, tidak ada alasan bagi tindakan brutal semacam itu. 
(Penuulis: Egidius Patnistik | Editor: Egidius Patnistik | Sumber: http://internasional.kompas.com/ )



Para Diplomat Libya di Luar Negeri Mbalelo pada Khadafi


New York - Para diplomat Libya di luar negeri mbalelo pada pemimpin negaranya, Muammar Khadafi. Para diplomat itu menarik dukungan pada Khadafi dan meminta tentara Libya menurunkan pemimpin Libya yang setia dengan pangkat kolonelnya itu.

Seperti pernyataan yang dikeluarkan perwakilan Libya di Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) sebagaimana dilansir Reuters, Selasa (22/2/2011). Wakil Duta Besar Libya untuk PBB Ibrahim Dabbashi beserta para staf mendesak penurunan rezim Khadafi dengan segera dan menegaskan untuk melayani rakyat Libya. Mereka juga menyerukan kedutaan Libya di negara lainnya untuk melakukan hal serupa.

Dabbashi dan para staf mengecam bentrokan berdarah, yang terus dilakukan Khadafi untuk mempertahankan kekuasannya yang sudah berlangsung selama 41 tahun itu. Pernyataan itu juga menyatakan penyesalannya atas ratusan korban tewas dalam 5 hari pertama bentrokan berdarah.

Dabbashi mengatakan tidak tahu keberadaan atasannya, Duta Besar Libya untuk PBB Abdurrahman Shalgham. Shalgham yang juga mantan menteri luar negeri itu, dipercaya tidak berada di New York, kantor pusat PBB. Dabbashi mengatakan Shalgham tak ada kaitannya dengan pernyataan mengecam Khadafi itu.

Juru bicara perwakilan Libya untuk PBB Dia al-Hotmani mengatakan, para staf menyatakan rasa simpatinya atas genosida yang terjadi di Libya.

"Kami tidak melihat reaksi dari komunitas internasional. Muammar Khadafi yang tiran telah menunjukkan dengan jelas, juga melalui anak-anaknya, betapa dia mengabaikan dan membenci Libya dan rakyat Libya," ujar al-Hotmani.

Mereka juga mengutuk penggunaan 'tentara bayaran Afrika' oleh Khadafi yang memicu pemberontakan dan pembantaian yang belum pernah terjadi di Libya.

Dewan Keamanan PBB atas permintaan Wakil Duta Besar Libya Ibrahim Dabbashi, akan mengadakan pertemuan tertutup pada hari Selasa pukul 9 pagi waktu New York untuk membahas krisis di Libya.


Selain perwakilan Libya di PBB, New York, duta besar Libya yang mbalelo adalah Dubes Libya untuk Amerika Serikat, Ali Adjali.

"Aku tidak mengundurkan diri dari pemerintah Muammar Khadafi, tapi saya bersama dengan rakyat. Saya minta maaf untuk memberitahu Anda bahwa saya tidak mendukung pemerintah ini lagi," ujar Adjali.
(Oleh: Nograhany Widhi K/ http://travel.detik.com)

Takut Kerusuhan Libya, Minyak Melambung 108 Dolar

REPUBLIKA.CO.ID,LONDON--Harga minyak mencapai 108 dolar Amerika Serikat pada Selasa, karena produksi Libya terpukul protes kekerasan dan meningkatnya kekhawatiran tentang penyebaran kerusuhan di kawasan Timur Tengah dan Afrika Utara yang memproduksi minyak mentah strategis.

Dalam perdagangan pagi di London, minyak mentah Brent North Sea untuk pengiriman April naik menjadi 108,57 dolar AS per barel, mencapai level tertinggi sejak 4 September 2008, sebelum mundur kembali ke 107,75 dolar AS, naik 2,01 dolar AS dari level penutupan Senin.

Kontrak utama New York, minyak mentah light sweet untuk Maret, yang dikenal sebagai West Texas Intermediate, mencapai setinggi 94,49 dolar AS. Kontrak kemudian berada pada 94,08 dolar AS, naik 7,88 dolar AS dari Jumat. Pasar keuangan AS tutup pada Senin untuk hari libur umum. "Kerusuhan di Libya sangat mengkhawatirkan karena beberapa alasan, termasuk rezim penguasa yang menggunakan kekerasan ekstrim terhadap oposisi," kata analis Capital Economics Julian Jessop.

"Di atas ini, Libya adalah pengekspor minyak utama pertama yang harus ditelan oleh krisis dan yang pertama untuk melihat gangguan signifikan terhadap produksi minyak. Banyak industri minyak Libya adalah di lepas pantai dan akan relatif mudah untuk pasukan pemerintah untuk mengamankannya. Tapi satu ladang minyak utama sudah ditutup oleh aksi industri dalam mendukung protes dan lain-lainnya telah diancam."

Kepala HAM PBB pada Selasa mendesak untuk penyelidikan internasional atas kekerasan yang digunakan oleh pihak berwenang Libya untuk menekan protes, mengatakan bahwa pelanggaran "unconscionable" harus segera diakhiri. Namun, televisi Libya membantahnya sebagai "kebohongan" tuduhan bahwa keamanan membantai pasukan demonstran, setelah pemimpin Moamer Kadhafi yang diperangi berbicara kepada publik untuk pertama kalinya sejak pemberontakan dimulai.

Harga bereaksi terhadap kerusuhan yang melanda Timur Tengah dan tidak fundamental penawaran dan permintaan, menteri energi Uni Emirat Arab mengatakan di Riyadh. "Pasar bereaksi terhadap kekerasan di Timur Tengah ... dan tidak fundamental," kata Mohammad bin al-Hamli Dhaen kepada wartawan di sela-sela pertemuan produsen-konsumen di ibukota Saudi pada Selasa.

"Kami (OPEC) sedang mengawasi situasi dan siap untuk bertindak bila diperlukan," kata Hamli.
Hamli mengatakan OPEC prihatin tentang perkembangan di Libya "karena adalah anggota OPEC dan produsen minyak utama." Puncak harga minyak terbaru datang karena kemarahan internasional atas penindasan brutal aparat keamanan Libya.

Saksi di ibukota Libya Tripoli telah melaporkan "pembantaian" dalam lingkungan tertentu setelah saluran televisi negara mengumumkan pasukan keamanan menyerang "sarang teroris." "Kejadian di Libya telah berubah lebih kekerasan, dampaknya terhadap output negara mulai terpengaruh, karena produsen mulai menarik keluar staf karena masalah keamanan," kata analis Westhouse Securities, David Hart.

"Mengingat bahwa Libya adalah produsen minyak utama dan eksportir, ini memiliki dampak lebih signifikan pada harga minyak daripada kerusuhan sebelumnya." Grup Jerman Wintershall, sebuah unit kimia raksasa BASF mulai Senin menarik 130 staf dan keluarga mereka dari Libya, tanpa memberikan rincian kebangsaan para pengungsi. Wintershall mengoperasikan delapan ladang minyak dalam negeri dan mempekerjakan total 400 orang di sana, yang kebanyakan adalah warga Libya.( Red: Krisman Purwoko)
Sumber: http://www.republika.co.id/

Atasi Demonstrasi, Libya Tunjukkan Aksi Paling Berdarah


REPUBLIKA.CO.ID,TRIPOI–Libya menunjukkan kepada dunia aksi paling berdarah yang dilakukan oleh negara Arab dalam mengatasi gelombang demonstrasi yang melanda kawasan tersebut. Aksi ini dinilai telah mengarah pada kejahatan kemanusiaan.

Pejabat PBB, Navi Pillay, meminta dilakukan investigasi atas serangan luas dan sistematis terhadap populasi sipil. Ia mengindikasikan aksi kekerasan ini sebagai kejahatan kemanusiaan.

Sekjen PBB, Ban Ki-moon, kepada wartawan di California, Senin, menggambarkan tindakan aparat Libya sebagai pelanggaran berat terhadap hukum kemanusiaan internasional. Sementara PM Inggris, David Cameron, mengatakan tindakan aparat Libya ‘mengerikan’. “Rezim menggunakan bentuk represi paling kejam terhadap rakyat yang menginginkan perubahan di negaranya, yang merupakan salah satu negara paling tertutup dan otokrasi,” ungkap Cameron.

Komisi Tinggi HAM PBB, Selasa, mengatakan sekurangnya 250 orang tewas dalam kekerasan berdarah terhadap demonstrasi Libya. Sementara Human Right Watch menyebut angka 233.

Pada Selasa, mayat-mayat demonstran yang ditembaki pasukan yang loyal kepada Muammar Gaddafi dibiarkan tergeletak di jalanan di ibukota Tripoli. Pada hari yang sama, Gaddafi, pemimpin Arab terlama yang masih berkuasa, tampil di TV menegaskan dirinya masih berkuasa.

Mohammed Ali, seorang warga Tripoli, mengatakan sejumlah mayat ditinggal begitu saja di di jalanan di distrik Fashloum, Tripoli, usai pasukan Gaddafi menembaki warga malam sebelumnya. Ia mengatakan ambulan juga ditembaki dan sejumlah demonstran dibiarkan terluka hingga tewas.

Ia mengatakan warga Tripoli bertahan di rumah pada Selasa usai pembantaian dan peringatan oleh pasukan Gadaffi bahwa orang-orang yang masih di jalanan akan ditembak.

Saksi mata mengatakan milisi Gadaffi berkendara melalui jalanan Tripoli dengan pengeras suara dan mengatakan agar orang-orang tetap di rumah. Ia mengatakan militer mencegah agar demonstran tak menguasai Tripoli yang berpenduduk dua juta jiwa. Demontran kini telah menguasai kota-kota di wilayah timur, termasuk kota kedua Benghazi.

Pasukan Gaddafi melakukan berbagai upaya dalam menjawab seruan aktivis untuk menguasai Lapangan Hijau di pusat Tripoli serta wilayah kediaman Gaddafi. Diantaranya, melepaskan tembakan dari mobil dan helokopter secara membabi buta.  Menurut sejumlah saksi mata, para pemuda yang mencoba berkumpul di jalanan tampak berlarian mencari perlindungan di tengah-tengah tembakan.

Sementara pesawat-pesawat tempur terbang rendah di atas Tripoli pada Senin malam, dan para penembak jitu mengambil posisi di atap-atap rumah untuk menghentikan orang-orang turun ke jalan. (Red: Johar Arif)

15/02/11

Polisi Selidiki Pelaku Penyerangan dan Blokir Ponpes Ma’hadul Islam Pasuruan



Polisi Selidiki Pelaku Penyerangan Ponpes Al Ma'hadul Islam
Aparat kepolisian berjanji akan menindak tegas terhadap pelaku penyerangan ke Pondok Pesantren (Ponpes) Al Ma'hadul Islam Yayasan Pesantren Islam (YAPI) di Desa Kenep Kecamatan Beji, Pasuruan.

"Siapa pun yang melakukan pelanggaran, ya kita tindak tegas. Kita masih lakukan penyelidikan," kata Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Pudji Astuti saat dihubungi detiksurabaya.com, Selasa (15/2/2011).

Namun, Pudji belum bisa memberikan keterangan, siapa pelaku maupun motif massa yang melakukan pelemparan batu hingga menyebabkan 9 korban luka-luka dari santri Ponpes YAPI. "Kita masih terus melalukan penyelidikan," jelasnya.

Seperti diberitakan, ratusan massa yang tidak dikenal mengenakan sarung sambil mengendarai sepeda motor, masuk ke dalam pintu gerbang dan melempari ponpes yang dikenal menganut syiah dengan lemparan batu, sekitar pukul 14.00 WIB.

Saat ini, polisi dari Polres Pasuruan dan dibackup 2 Kompi Brimob Polda Jatim, sudah mengembalikan situasi dan kondisi kembali normal. Akibat penyerangan oleh massa itu, 9 santri menderita luka-luka. (roi/fat)

Kini Polres Pasuruan sudah mengamankan tiga orang terkait penyerangan Pondok Pesantren (Ponpes) Al Ma'hadul Islam Yayasan Pesantren Islam (YAPI) di Desa Kenep Kecamatan Beji, Pasuruan, siang tadi, Selasa (15/2/2011)

Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Badrodin Haiti menjelaskan bahwa saat ini sudah ada tiga orang diamankan yang sudah di periksa di Polres Pasuruan. "Tiga orang sudah kita tangkap dan kita mintai keterangan untuk dikembangkan kembali. Kemungkinan mengarah ke orang lainnya itu ada," kata Badrodin kepada wartawan.

Selain itu kejadian penyerangan pondok pesantren ini bukan kali pertama, tetapi sejak 2007 penyerangan terhadap pesantren ini pernah terjadi.

Penyerangan hari ini terjadi awalnya pada pukul 03.00 WIB dengan lemparan-lemparan batu. Sampai akhirnya pada pukul 14.00 WIB dilakukan penyerangan terhadap pesantren tersebut sekitar 100-200 orang. Akibat penyerangan tersebut enam orang dinyatakan terluka.

Saat ini 50 anggota TNI dan 100 orang polisi sudah diturunkan untuk mengamankan lokasi kejadian termasuk juga dari Brimob. 

Pasca Penyerangan Ponpes Ma’hadul Islam Muspida Pasuruan Blokir Pondok Pesantren

Pasca  Pondok Pesantren Ma’hadul Islam di desa kenep kecamatan Beji, Bangil, Pemkab Pasuruan langsung bergerak cepat sebagai antisipasi penyerangan terhadap santri dari jama’ah pondok tersebut agar tidak merembet yang lebih luas lagi.

Plt Bupati Pasuruan, Edi Paripurna saat dikonfirmasi melalui ponselnya, Rabu (14/2/11) mengatakan bahwa setelah peristiwa tersebut pihaknya langsung menggelar pertemuan antar muspida di kabupaten Pasuruan untuk mencegah sampai terjadinya rusuh lebih luas.  “Baru saja kami para unsur pimpinan merapatkan barisan untuk secepatnya bertindak memblokade agar tidak meluas”ujar Edi yang juga politisi asal PDIP ini.

Menurutnya, saat ini pihak kepolisian masih melakukan penyidikan di lokasi tersebut.”Pihak Polres dan di Back up oleh Polda Jatim sedang mengejar para pelaku  yang diperkirakan masih tidak jauh dari lokasi tersebut”terangnya.

Sekedar diketahui pada pukul 16.00 WIB sekelompok orang yang tak dikenal melakukan penyerbuan di lokasi pondok pesantren Pondok Pesantren Ma’hadul Islam di desa Kenep Kecamatan Beji, Bangil. Mereka melakukan penyerangan diduga pondok tersebut menjalankan ajaran Syiah yang selama ini dilarang di Indonesia.  Dalam penyerangan tersebut 9 orang santri mengalami luka-luka dan saat ini dirawat di RS Bangil. Sebelumnya kemarin dinihari, penyerangan juga terjadi ke YAPI Putri yang lokasinya tidak jauh dari YAPI Putra. Sejauh ini belum diketahui motif penyerangan itu. (Yudi)

dihimpun dari : seruu.com tribunnews.com, dan surabaya.detik.com

Penyerangan Ponpes YAPI, Karena Perbedaan Pandangan Syiar Islam ?

Motif Penyerangan Ponpes di Pasuruan Masih Belum Diketahui

Pelaku maupun motif penyerangan Ponpes Al Ma'hadul Islam Yayasan Pesantren Islam (YPAI) di Bangil Pasuruan masih buram. Polisi masih melakukan penyelidikan.

"Sekarang ini kita masih melakukan penyelidikan," kata Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Pudji Astuti saat dihubungi detiksurabaya.com, Selasa (15/2/2011).

Pudji mengatakan, sampai saat ini pihaknya belum mendapatkan laporan dari Polres Pasuruan tentang perkembangan penyelidikan yang dilakukan di lapangan. "Belum ada informasi, masih kita selidiki," terangnya.

Seperti diberitakan, ratusan massa yang tidak dikenal mengenakan sarung sambil mengendarai sepeda motor menyerbu dan melempari ponpes dengan batu, sekitar pukul 14.00 WIB.

Saat ini, polisi dari Polres Pasuruan dan di-backup 2 Kompi Brimob Polda Jatim, sudah mengembalikan situasi kembali kondusif. Akibat penyerangan oleh massa tak dikenal itu, 9 santri menderita luka-luka. (gik/gik)

Ustad Mukmin: Penyerang Berbeda Pandangan dengan Syiar Kami

Pengurus Pondok Pesantren Al Ma'hadul Islam Yayasan Pesantren Islam (Yapi) di Desa Kenep, Kecamatan Beji, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, Ustadz Mukmin mengatakan santri dan satpam setempat sempat terlibat baku hantam dengan massa tak dikenal yang menyerang pesantren tersebut.

"Kan ada satpam di sini, terus para santri sedang main bola. para penyerang sekitar 100 orang dengan mengendarai motor langsung masuk ke dalam pesantren dan melempari batu," katanya kepada tribunnews.com, Selasa (15/2/2010).

Ustadz Makmun menambahkan baku hantam tersebut tidak berlangsung lama. Ia memperkirakan waktu baku hantam hanya terjadi sekitar 15 menit, yang terjadi sekitar pukul 14.30 WIB.

Akibatnya, imbuh Makmun, saat ini ada empat antri dan dua satpam yang menjadi korban. Mereka mengalami luka-luka di bagian kepala, kaki, serta memar-memar akibat lemparan batu dan baku hantam dengan penyerang tersebut.

Saat ditanya siapa pelaku di balik penyerangan ini, ia mengaku tak mengetahuinya. Makmun hanya menyangka bahwa para penyerang adalah orang-orang yang berbeda pandangan dengan syiar yang dijalankan oleh pesantrennya.

Pengurus YAPI: Kami Dituduh Sesat

Penyerangan Pondok Pesantren Al Ma'hadul Islam Yayasan Pesantren Islam (YAPI) di Desa Kenep, Kecamatan Beji, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur oleh kelompok massa tak dikenal memunculkan dugaan motif penyerangan dari pengurus pesantren itu.

Ustadz Mukmin satu di antara pengurus pesantren kepada Tribunnews.com menyebut dugaan adanya sekelompok orang yang tak suka pada ajaran yang dipraktekkan oleh pesantren ini. Bahkan, imbuhnya, ia kerap mendengar ajaran pesantren yang berdiri pada tahun 1976 ini adalah sesat.

Ia mengatakan, perbedaan aliran itulah yang kemungkinan menjadi motif penyerangan.
"Kami menganut paham yang berbeda dari mayoritas di sini. Kami berbeda pendapat (soal syiar). Mereka menuduh kami sesat," ungkap kepada Tribunnews.com, Selasa (15/2/2010) malam.

Hal ini diperparah dengan kemungkinan adanya provokasi dari kelompok yang mempunyai kepentingan untuk menggalang massa agar melakukan penyerangan.
"Ini bisa saja dilakukan oleh orang-orang yang ga suka dengan kita. lalu memprovokatori orang untuk menyerang," ungkapnya.

Dirangkum dari  surabaya.detik.com dan tribunnews.com

Kapolda Jawa Timur Anton Bahrul Alam Diganti

TEMPO Interaktif, Surabaya - Kepala Kepolisian Daerah Jawa Timur, Inspektur Jenderal Anton Bahrul Alam, diganti oleh Brigadir Jenderal Pratiknyo, Jumat (30/10). "Serah terima jabatan dilakukan hari ini," ujar juru bicara kepolisian Ajun Komisaris Besar Polisi Hartoyo.
  
Menurut Hartoyo, Anton, selanjutnya sebagai staf ahli Kepala Polri. Acara perpisahan dijadwalkan 3 November di Markas Kepolisian Daerah Jawa Timur.
Pratiknyo sebenarnya bukanlah orang baru di Jawa Timur. Sebelum menjabat Wakil Kepala Badan Intelijen, setidaknya sempat menjadi Kepala Polwil Kediri yang kemudian membuatnya bisa duduk menjadi Wakil Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan Timur.

Pratiknyo merupakan alumnus Akademi Kepolisian 1977 dikenal lama didunia intelijen. Sebelum menjadi Wakapolda Kaltim, dirinya juga sempat menduduki jabatan sebagai Dir B Iltelkam Mabes Polri.

Sedangkan Anton, selama menjabat Kapolda Jatim setidaknya membuat gebrakan religiusitas sehingga membuat Markas Polda tampil lebih bernuansa agamis dibandingkan sebelumnya.
Setiap sebelum adzan, pengeras suara di masjid Polda selalu memutar kalimat-kalimat asmaul husna, nama-nama Allah. Saat inipun, sejak dua bulan terakhir, puluhan penduduk sipil bersurban, berpakaian putih selutut dan berjenggot “ngekem” di masjid Polda. Di Polda, para pria bersurban ini terlihat selalu bergerombol dan berdiskusi mengenai agama mulai pagi hingga malam hari.

Tak hanya itu, anton juga mengharuskan beberapa personelnya untuk bergiliran mengaji Al-qur’an tiap pagi di ruangannya. Anton sendiri juga selalu rajin sholat jamaah diseluruh jadwal sholat. Untuk sholat ini, Anton juga selalu berganti masjid sehingga dirinya selama menjadi Kapolda Jatim selalu berpindah-pindah dari masjid ke Masjid untuk melakukan sholat berjamaah. Anton sendiri juga sering terlilhat bersurban ketika berada di Mapolda Jatim.

Sementara itu, Kepala Bidang Humas Polda Jatim, Komisaris Besar Polisi Pudji Astuti menuturkan sebelum digeser ke Mabes, Anton baru saja melakukan gebrakan dengan menggeser ratusan anggotanya untuk membantu penguatan polsek-polsek se Jatim.

“Setidaknya ada 641 anggota yang digeser ke polsek,” kata Pudji. Dari jumlah ini, 345 adalah anggota dari jajaran Polda Jatim, sedangkan sisanya adalah anggota dari polwil maupun polres yang ada.

Penggeseran personel yang terdiri dari Samapta, Brimob dan Denma ini dilakukan untuk memberikan penguatan personel di bidang pelayanan di seluruh polsek yang ada. Akibat pergeseran sendiri, Polsek di jajaran Polwil Surabaya setidaknya ketambahan 127 personel, Malang 62 personel, Besuki 84 Perseonel, Kediri 128, Madiun 77, Bojonegoro 114, dan Madura 47 personel.

FATKHURROHMAN TAUFIQ